IM — Piru.’ — Kepala Dinas Pendindikan Kabupaten Seram Bagian Barat Johan Tahiya di duga pemotongan Dana Bantuan Operasi Sekolah (Bos) pada sekolah SD dan SMP di Kabupaten SBB tahun 2022.
Pemotongan dana Bos oleh Kepala Dinas pendidikan Seram Bagian Barat Johan Tahiya lansung mematok satu persen dari dana Bos yang di cairkan oleh pihak sekolah.
Hal tersebut benarkan oleh salah satu guru di sbb, yang namanya tidak mau dipubliskan kepada media Infomaluku.com, Minggu (22/5/2022).
Benar ada pemotongan dari satu persen dari dana Bos tahap pertama yang di cairkan tahun 2022, “Jadi kalau cair 100 juta pemotongan 1 juta, ujarnya.
Ia katakan, setelah informasi adanya pemotongan dana Bos dan suda di ketahui oleh publik, baru pihak dinas berubah dalil dengan nama bantuan. Pemotongan itu benar di minta satu persen dari dana Bos yang di cairkan, ujanya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Rimbo Bugis, mengatakan bahwa, Kadis Pendidikan SBB John Tahya di duga melakukan pemotongan dana Bos pada sekolah SD dan SMP di Kabupaten Seram Bagian Barat itu merupakan tindakan pungli yang di larang keras oleh pemerintah, ujar Bugis di Jakarta via Whatssap, Minggu(22/5/2022).
“Aturan dari mana Kadis pemotongan dana Bos untuk kepentingan dinas pendidikan. Dana Bos itu kan hak sekolah untuk kepentingan sekolah tersebut”.
“Kalau pemotongan satu persen setiap sekolah SD dan SMP di SBB kemudian uang itu di peruntukan untuk apa? Perlu Kadis jelaskan kepada publik”, ujar Bugis.
“Oleh karena itu, Bugis meminta kepada pihak hukum dalam hal ini Kajari SBB untuk segera memeriksa Kadis Pendidikan Johan Tahiya, terkait dugaan dugaan dana Bos tahap pertama pada sekolah SD dan SMP di Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2022”, pungkas Bugis.(IM03)






