Hutan Elpaputih Binasa, Bupati SBB Harus Tanggung Jawab

- Publisher

Wednesday, 4 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, PIRU-Bupati Yasin Payapo dinilai turut bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas logging atau penebangan kayu CV Titian Harapan (TH) di Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Tokoh masyarakat Kabupaten SBB, Mat Makatita meminta Pemkab SBB dalam hal ini Bupati Yasin Payapo tidak mencoba “cuci tangan” atas kerusakan hutan yang terjadi.

“Masalahnya, masyarakat yang ada di desa-desa di bawah atau sekitar akhirnya yang terima nasib. Banjir hantam kiri kanan,” ujar Makatita kepada infomalukunews.com Rabu (4/11/2020).

Yasin Payapo harus ikut bertanggungjawab, menurut Makatita, berdasarkan SK Bupati SBB No 520.I-236/2017 tentang Ijin Lokasi Usaha Perkebunan Pala Intercrop K kepada CV Titian Hijrah di Kecamatan Elpaputih Kabupaten SBB.

Sementara di laman akun facebooknya, Brando Maatoke menulis, “Peristiwa Titihan Hijrah ini menjadi cacatan bagi kami untuk jangan percaya dengan Perusahan dan Bupati”.

“Dampak yg terjadi setelah itu, terjadinya banjir yg besar, jembatan ambruk, jalan trasn seram hancur dihantam banjir,” tulis Maatoke.

“Sungguh disayangkan izin masuk dan ketika diawal sampaikan kpd msyrkt ini untuk perkebunan, to nyatanya kenyataan bicara laeng….Walahwalahwalah,” tulis dia lagi.

Brando Maatoke menyesalkan ijin perkebunan yang dikeluarkan Bupati SBB Yasin Payapo berakhir miris terhadap maayarakat. Ijin penanaman kakao dan pala, sebut dia, ternyata berakibat kayu kelas andalan ditebang dengan alasab pembukaan lahan.

Hingga hari berganti tahun, seperti apa bentuk pala dan kakao yang dihasilkan tak pernah terlihat. Sebaliknya, masyarakat hanya bisa gigit jari melihat kayu-kayu dari hutan adat mereka diangkut dengan pengapalan perdana kayu-kayu tersebut.

“Meranti, Samama, dan Pule waktu itu sdh diberangkatkan sebanyak 5000 kubik dari pesisir pantai Negeri Sanahu,” tulis Brando Maatoke.

Mirisnya, ujar dia, saat ditanya CV TH (Titian Hijrah) beralasan tugas mereka hanyalah menebang.

“Lalu lantas bagaimana dengan modus di awal untuk perkebunan?” ucap Maatoke.(pom)

Berita Terkait

Mudahkan akses jalan , babinsa dan warga buat jalan setapak.
Dandim 1502/Masohi Damping kunjungan kerja Pangkogabwilhan III .
Rangkaian Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III di Wilayah Kodim /Masohi
Bupati SBB : Keikutsertaan Desa Di Pilkades Berdasarkan Musdes Yang Tertuang Dalam Keputusan BPD
Tanggapi Protes Mantan Peserta Pesparawi XII, Ketua LPPD SBB Nyatakan Audisi Persparawi XIII Adalah Wewenang LPPD Provinsi
Syukuran HUT GPM Ke- 86, PLT Bupati SBB Bagikan Paket Sembako Bagi Para Janda dan Duda
Realisasi Bantuan Warga Terdampak Gempa di SBB Mencapai 97,53 Persen
Plh Bupati SBB Minta DD-ADD dan Pilkades Dikawal
Berita ini 742 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 25 January 2022 - 07:59 WIT

Mudahkan akses jalan , babinsa dan warga buat jalan setapak.

Tuesday, 11 January 2022 - 19:14 WIT

Dandim 1502/Masohi Damping kunjungan kerja Pangkogabwilhan III .

Tuesday, 11 January 2022 - 19:11 WIT

Rangkaian Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III di Wilayah Kodim /Masohi

Friday, 24 September 2021 - 12:17 WIT

Bupati SBB : Keikutsertaan Desa Di Pilkades Berdasarkan Musdes Yang Tertuang Dalam Keputusan BPD

Friday, 17 September 2021 - 19:23 WIT

Tanggapi Protes Mantan Peserta Pesparawi XII, Ketua LPPD SBB Nyatakan Audisi Persparawi XIII Adalah Wewenang LPPD Provinsi

Berita Terbaru