IM-Ambon-Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Samson Attapary dinilai melakukan penyampaian dugaan LPJ fiktif yang tidak benar kepada Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka, Widya Pratiwi Murad Dan Bendahara Kwarda Maluku.
Dikutip dari media Tribun-Maluku.Com:Berkaitan dengan penyampaian yang disampaikan oleh Ketua Komisi IV Provinsi Maluku, Samson Attapary pada sejumlah media kepada Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku, Widya Pratiwi Murad dan Bendahara Kwarda Maluku yang diduga membuat Laporan Pertanggungjawaban fiktif dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar dinilai tidak benar.
Hal ini disampaikan oleh Bendahara Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku, Ritha Hayat pada media Tribun-Maluku, Kamis (20/07/23).
Namun, Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary, saat di konfirmasi Infomalukunews.com. melalui via WhatsApp, Kamis 20/07/23. menyatakan bahwa informasi tersebut dari salah satu sumber yang juga pengurus Kwarda Pramuka Maluku.
“Salah satu pengurus Kwarda Maluku mengatakan kepada saya bahwa ada dugaan beberapa kegiatan tidak dilakukan tapi ada pertanggung jawabannya.” ucapnya.
Untuk itu, Attapary meminta harus dikonfirmasi ke pengurus Kwarda Pramuka atau perlu diklarifikasi lewat penyelidikan oleh aparat penegak Hukum, misalnya Kejaksaan supaya bisa dapat informasi yang akurat dan benar antara pernyataan Bendahara Kwarda Pramuka dan Pengurus lainnya.
“Hal ini karena Komisi IV DPRD Maluku mau klarifikasi lewat rapat resmi saat pembahasan LPJ Gubernur, tapi ada dugaan Kadis-kadis dilarang untuk hadir di rapat komisi termasuk Kadis Dispora.” ucapnya
Lebih ironisnya lagi, saat Komis IV DPRD Maluku melayangkan undangan rapat, namun tidak ada satu yang hadiri undangan tersebut tanpa ada alasan.
“Padahal, DPRD sudah undang secara resmi untuk hadiri rapat, tapi tidak hadir dengan tanpa alasan.” cetus Attapary.
Dikatakan, karena tidak bisa dikonfirmasi lewat rapat Komisi IV, maka Komisi IV memutuskan masalah tersebut dijadikan DIM.
“Kami jadikan DIM untuk ditanyakan ke TAPD lewat Rapat Banggar nantinya.” pungkasnya. (IM-03)







