InfomalukuNesw.com, Dobo- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru gelar kegiatan “Rancangan Awal Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 202, Selasa (3/10/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel di Aula cendrawasi Dobo
Kegiatan di hadiri Wakil Bupati Aru, Mohamad Djumpa, Ketua DPRD Aru Penina Loy, Sekda Aru A. Pokar, Kadis Dikbud Aris F.I Gainau, pimpinan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, serta para Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan undangan lainnya
Sebelum membuka kegiatan Bupati Timotius Kaidel dalam sambutannya menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang dijaga sebagai pajangan sejarah.
“Kebudayaan adalah fondasi identitas, jati diri, sekaligus pemandu arah pembangunan masa depan bangsa, tak terkecuali bagi Kabupaten Kepulauan Aru yang kita cintai ini,” ujar Bupati.
Bumi Jargaria dianugerahi kekayaan tradisi, adat istiadat, bahasa, kesenian, dan nilai-nilai kearifan lokal yang luar biasa unik dan tak ternilai harganya. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, seluruh pemangku kepentingan wajib mengambil langkah strategis melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap objek pemajuan kebudayaan daerah.
Oleh karena itu, penyusunan Rancangan Awal PPKD Tahun 2026 menjadi momentum yang sangat mendasar. Dokumen ini nantinya akan menjadi rujukan dan landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang terintegrasi, komprehensif, dan berkelanjutan di Kepulauan Aru.
“Tantangan arus globalisasi dan modernisasi saat ini menuntut kita untuk bergerak cepat namun tetap cermat. Kita tidak boleh membiarkan nilai-nilai luhur adat istiadat kita tergerus zaman,” tegasnya.
Bupati juga mengajak agar kebudayaan ditempatkan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat, antara lain melalui sinergi kebudayaan dengan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan, baik itu dari pemerintah, lembaga adat, budayawan, hingga generasi muda, kiranya dapat memberikan kontribusi pemikiran, gagasan, dan data yang akurat,” tambahnya
Tim penyusun diminta memastikan dokumen disusun dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara bottom-up , sehingga benar-benar mencerminkan realitas budaya yang hidup di tengah masyarakat Kepulauan Aru dari Godor Jurin hingga Surun Toi-Toi.
Di akhir sambutan, Bupati mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh panitia, narasumber, tokoh adat, dan budayawan yang terus konsisten menjaga marwah budaya masyarakat Jargaria.
“Forum Rancangan Awal Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat berdiskusi, selamat berkarya, demi lestarinya budaya Jargaria tercinta,” pungkas Bupati (IM-DW)







