IM-Jakarta;–Sekelompok orang yang mengatas namakan Mahasiswa Seram Bagian Barat (SBB), melakukan demo di kementrian dalam negeri mendukung pejabat Bupati Andi Chandra, yang di Usir dari SBB oleh Aliansi Masyarakat SBB, di kemendagri, pada 9 November 2022
Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat SBB Rimbo Bugis, menilai aksi demo yang dilakukan oleh oknum yang mengatas namakan mahasiswa SBB itu 99% bukan anak SBB. Namun itu adalah mahasiswa lain yang dipakai oleh orang lingkaran pejabat bupati Andi Chandra untuk mencari makan.
“Malah bagus, anak-anak itu di hidupkan, itu namanya uang setan di makan jin, saya tahu siapa di balik demo itu” kata Rimbo yang juga ketua DPP Ikatan Mahsiswa Muhammadiyah itu, melalui pesan watshapp, pada 10 November 2022
Ia menambahkan kalau yang membiyayai demo itu hati-hati aja, dia punya kasus jalan yang tidak selesai. Tidak usalah main api, kita tahu anda itu siapa. Dia berharap ada demo-demo tandingan terus begini, karna kita akan lakukan demo terus berkali-kali, tiap minggu, sampai Andi Chandra angkat kaki dari SBB.
“Kita suda jadwalkan minggu depan kita demo lagi. Kita tidak peduli mau ada yang demo tanding lagi tidak peduli, malah kita merasa bersukur, karna demo kita ada kawan-kawan kita yang lain di jakarta dapat rejikinya. Aksi yang Aliansi Masyarakat SBB lakukan ini aksi murni keluhan masyarakat, jadi kita jalan juga dengan hasil keihlasan masyarakat” tambah Rimbo
Informasi yang dihimpun infomalukunews.com tuntutan Aliansi Masyarakat SBB yaitu, pertama; untuk Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk memberhentikan Andi Chandra dari jabatanya sebagai pejabat Bupati Seram Bagian Barat, kedua; Kementrian dalam negeti untuk mengirim pejabat baru yang memahami kondisi dan susana masyarakat di kabupaten, ketiga; Segerah membangun ruas jalan yang suda di DPA.(IM-03)







