Infomalukunews.com, Dobo — Bupati Kepulauan Aru menyampaikan sejumlah peringatan penting terkait kondisi lingkungan, kesehatan masyarakat, krisis air bersih, hingga pembiayaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel pada Senin (26/10/2026), di lapangan apel Kantor Bupati Kepulauan Aru.
Apel tersebut dihadiri Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta ratusan aparatur sipil negara (ASN).
Dalam arahannya, Bupati menyoroti kondisi asap yang terus memburuk di wilayah Kepulauan Aru. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Bupati juga mengingatkan kemungkinan dilakukannya peliburan sekolah untuk sementara waktu apabila kondisi asap semakin membahayakan kesehatan peserta didik. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan perkembangan situasi di lapangan.
Untuk itu, Bupati meminta seluruh ASN menjadi contoh bagi masyarakat dengan menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Menurutnya, tindakan pembakaran yang dilakukan secara sembarangan dapat memperburuk kondisi udara, terutama ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan sedang kering.
“ASN diminta tidak lagi menciptakan asap dengan membakar sampah maupun kebun,” demikian penegasan dalam arahan Bupati saat apel.
Selain persoalan asap, Bupati turut menyoroti kondisi cuaca panas yang diperkirakan masih berlangsung dalam waktu panjang. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam arahannya, kondisi panas berpotensi berlanjut hingga 2027.
Situasi tersebut turut berdampak pada ketersediaan air bersih di Kepulauan Aru. Volume air PDAM dilaporkan telah mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen, sehingga masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan semakin terbatasnya pasokan air.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, upaya penghematan air dan pencegahan aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi lingkungan perlu menjadi perhatian bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan persoalan dukungan anggaran pemerintah pusat kepada daerah, khususnya terkait pembiayaan gaji PPPK.
Menurut arahannya, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai belum memadai untuk menjawab kebutuhan daerah dalam memenuhi kewajiban pembayaran gaji PPPK. Persoalan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus memenuhi kebutuhan belanja pegawai.
Bupati berharap berbagai persoalan tersebut mendapat perhatian serius, baik dari seluruh jajaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Melalui apel tersebut, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, menggunakan air secara bijak, serta mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang terjadi di daerah.
Kepedulian bersama dan kedisiplinan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi asap, keterbatasan air bersih, dan tantangan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Aru.(IM-03)







