Pangdam XV/Pattimura Hadiri Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2026

- Publisher

Monday, 26 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Ambon – Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura menghadiri upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI Angkatan Darat (TNI AD) Gelombang III Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Rindam XV/Pattimura, Senin (26/10/2026).

Upacara tersebut dihadiri Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Komandan Rindam XV/Pattimura, Asisten Perencanaan (Asren) Kodam, para asisten Kasdam XV/Pattimura, pejabat utama Kodam XV/Pattimura, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XV/Pattimura, tamu undangan, serta para prajurit yang telah menyelesaikan pendidikan pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2026.

Dalam amanatnya, Pangdam XV/Pattimura menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan secara resmi dilantik dengan pangkat Sersan Dua (Serda).

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan momen bersejarah dan membahagiakan, tidak hanya bagi para prajurit, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.

Ia menegaskan, keberhasilan yang diraih para prajurit bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang, mulai dari tahapan seleksi penerimaan hingga mengikuti pendidikan pertama selama kurang lebih dua bulan.

Pendidikan tersebut bertujuan membentuk serta meningkatkan kemampuan fisik dan mental sebagai bekal untuk menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD.

Meski telah menyelesaikan pendidikan pertama, Pangdam mengingatkan bahwa perjalanan para prajurit masih panjang. Mereka akan melanjutkan pendidikan tahap kedua, yakni Pendidikan Dasar Kecabangan Infanteri (Dikcabif) atau pendidikan lanjutan sesuai program yang telah ditetapkan.

Karena itu, ia meminta para prajurit menjadikan kegiatan belajar dan berlatih sebagai kebutuhan dalam kehidupan militer agar mampu menjadi prajurit profesional, tangguh, serta menjadi kebanggaan satuan, bangsa, dan negara.

“Tanamkan dalam diri bahwa budaya belajar dan berlatih merupakan kebutuhan. Dengan demikian, kelak kalian menjadi prajurit hebat yang menjadi kebanggaan satuan, bangsa, dan negara Indonesia,” tegasnya.

Pangdam juga menekankan bahwa menjadi prajurit TNI merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangdam menyampaikan sejumlah penekanan kepada para prajurit yang baru dilantik.

Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam kehidupan prajurit, sehingga setiap langkah dalam pelaksanaan tugas senantiasa mendapat perlindungan dan keselamatan.

Kedua, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta Sebelas Asas Kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, memupuk jiwa korsa dan menanamkan loyalitas kepada atasan, sesama rekan, maupun bawahan.

Keempat, menjaga nama baik dan kehormatan Rindam XV/Pattimura sebagai kawah candradimuka yang telah membentuk karakter, mental, dan kemampuan dasar keprajuritan.

Pada kesempatan itu, Pangdam turut menyampaikan apresiasi kepada Komandan Rindam XV/Pattimura beserta staf, para pembina, dan pelatih atas dedikasi mereka dalam menyelenggarakan pendidikan tersebut.

Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi dan kajian secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pendidikan sebagai bahan penyempurnaan program pendidikan berikutnya.

Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan bahwa para bintara memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan satuan-satuan infanteri. Mereka harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengambil keputusan, memberikan teladan, dan memimpin prajurit di lapangan.

Menurutnya, seorang bintara tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga harus mampu menjadi pelatih, guru, teman, sahabat, sekaligus figur keluarga bagi anggota yang dipimpinnya.

“Pegang teguh tanggung jawab sebagai seorang pemimpin dan komandan. Jadikan diri kalian sebagai pelatih, guru, teman, sahabat, dan keluarga bagi prajurit yang kalian pimpin,” pesannya.

Ia menegaskan, setiap bintara bertanggung jawab terhadap anggota yang dipimpinnya, baik dari aspek mental maupun disiplin. Karena itu, seorang pemimpin harus selalu hadir bersama anggotanya, terutama ketika menjalankan tugas di lapangan.

Pangdam juga meminta para prajurit menjaga kehormatan sebagai seorang bintara dengan menunjukkan sikap disiplin, profesionalisme, keberanian, kecerdasan, serta semangat pantang menyerah.

Para prajurit diharapkan menjadi prajurit yang memiliki karakter PRIMA, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif, serta didukung semangat juang yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan tugas.

“Jaga kehormatan sebagai seorang bintara. Jadilah prajurit yang profesional, responsif, integratif, modern, memiliki jiwa petarung, keberanian, kecerdasan, dan pantang menyerah,” tegasnya.

Mengakhiri amanatnya, Pangdam menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh prajurit yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi para bintara untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar dalam perjalanan karier militer mereka.(IM-03)

Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 16:41 WIT

Pangdam XV/Pattimura Hadiri Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2026

Berita Terbaru

Daerah

JEMBATAN WAITOMU DAN MAKNA SEBUAH PENGABDIAN UNTUK NEGERI

Sunday, 25 Oct 2026 - 15:20 WIT