Infomalukunews.com, Ambon–Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdul Kelilauw, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang disebut telah berlangsung lebih dari enam bulan tanpa adanya perubahan signifikan.
Kelilauw mengatakan, antrean kendaraan di SPBU tersebut terjadi hampir setiap hari dan tidak pernah berhenti.
“SPBU di Bula itu antriannya sudah lebih dari enam bulan. Dia tidak pernah berhenti. Saya bilang ini apa sebenarnya yang terjadi di Bula,” ujar Kelilauw kepada wartawan di Ambon, Jumat (06/03/2026).
Menurutnya, di wilayah Bula terdapat dua SPBU. Namun perhatian utama tertuju pada salah satu SPBU milik Yame yang merupakan SPBU yang paling lama beroperasi di daerah tersebut dan hingga kini masih dipadati antrean kendaraan.
Ia menjelaskan, antrean tidak hanya didominasi kendaraan roda dua, tetapi juga berbagai jenis kendaraan lain seperti mobil pick up dan kendaraan roda empat lainnya dengan jumlah yang cukup banyak.
“Antrian tersebut tidak hanya melibatkan jenis kendaraan tertentu, melainkan juga berbagai kendaraan termasuk mobil-mobil pick up dan jenis kendaraan lainnya dengan jumlah yang luar biasa,” katanya.
Kelilauw mengaku, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah setempat. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan yang mampu mengurai antrean panjang tersebut.
Karena itu, ia meminta pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan mencari solusi agar permasalahan distribusi BBM di Bula dapat segera diatasi.“Kami minta Pertamina dan semua pihak terkait bisa terlibat langsung untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di Bula. Masalah ini sudah beberapa kali kami sampaikan ke pemerintah daerah, tetapi sampai sekarang kondisinya masih tetap sama,” pungkasnya. (IM-06).






