Bunda Widya Ajak Warga Seram Barat Lestarikan Permainan Tradisional

- Publisher

Friday, 17 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, Ambon – Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)- Ina Latu Maluku, dalam hal ini Pembina Utama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad mengikuti kegiatan festival Solohua yang dipusatkan di Negeri Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram bagian barat, di lapangan Sepakbola negeri. Jumat, (17/9/)

Turut hadir mendampingi, Sekda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mansur Tuharea, sekaligus membuka peresmian Festival Solohua.

Pelaksanaan kegiatan tersebut, ditandai dengan pemukulan Tifa oleh Pembina Utama KPOTI Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail,
bagaimana diketahui, Festival Solohua diadopsi dari nama Gunung Solohua di Negeri Kamarian.

Festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini, menampilkan tiga mata lomba yakni Enggrang Batok (Lari Tampurung), Hela Rotang (Tarik Rotan) dan Buah Kira-Kira (Mirip permainan Puzzle).

Pada kesempatan itu, Widya Pratiwi Murad mengatakan, sebagai bagian dari budaya, permainan tradisional hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia termasuk Maluku.

Permainan semacam ini harus dirasakan anak-anak untuk membangun karakter yang positif, seperti menghargai perbedaan dan jujur. Olehnya itu, permainan ini perlu untuk kembali dipopulerkan.

“Adanya permainan tradisional ini membantu anak-anak untuk bergerak secara fisik, ini yang sering dilupakan. Sebab, kalau anak main gadget kan sambil duduk tuh, akhirnya anak kurang bergerak. Bisa membuat anak tidak sehat. Oleh karena itu, sudah saatnya permainan rakyat kita populerkan dan didukung melalui festival seperti ini,” ungkap Widya.

Menurut isteri Gubernur Maluku ini, tujuan digelar festival tersebut, agar permainan rakyat dan olahraga tradisional, yang merupakan salah satu kekayaan budaya tidak hilang atau bahkan diakui oleh negara atau daerah lain. Baginya, zaman dan generasi boleh berganti, namun kelestarian budaya tradisional adalah tanggung jawab bersama untuk melestarikannya.

Ia mengaku, adalah sebuah kehormatan, dirinya dapat hadir bersama masyarakat untuk Bersama-sama dalam pagelaran festival dimaksud. Ia pun memberi apresiasi kepada KPOTI Provinsi Maluku yang telah menggagas festival tersebut.

Dirinya juga berpesan agar KPOTI Provinsi Maluku dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk tetap memperkenalkan warisan budaya.

“Mengingat berbagai permainan rakyat mulai menghilang. Bahkan jarang sekali ditonton dalam keseharian. Tidak hanya pada tataran masyarakat perkotaan, ternyata berbagai permainan tradisional juga hilang dari tataran masyarakat pedesaan,” kata Widya mengingatkan.

Padahal, sebut Widya permainan olahraga tradisional dapat menjadi wahana pendidikan yang melatih kemampuan anak, serta aktif melestarikan budaya daerah dan bisa membangun karakter sumber daya manusia Indonesia yang memiliki nilai karakter bangsa.
Ditempat yang sama, Sekda SBB, Mansur Tuharea menjelaskan, permainan tradisional merupakan bagian dari budaya yang diperkirakan sudah ada sejak jaman kerajaan dan mengalami alkulturasi pada jaman penjajahan.

Permainan ini merupakan aktivitas budaya sederhana, yang mudah dimengerti, dipelajari, bahkan biayanya relatif murah karena sedikit menggunakan perlengkapan dan dapat dirancang sendiri ketimbang permainan dan olahraga modern.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh masyarakat SBB untuk bersama-sama membangkitkan dan mempopulerkan kembali permainan tradisional dalam setiap kesempatan atau momen apa saja untuk melestarikan permainan ini, saya optimis banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke daerah kita,” pungkas Sekda.

Untuk diketahui, acara pembukaan festival ini dihadiri Kadis Pariwisata Provinsi Maluku, Max Pattinama, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Halima Soamole, istri Bupati SBB, Ny. Christina Nanlohy/Akerina, sejumlah pengurus TP-PKK Provinsi Maluku/Kabupaten SBB, Kapolsek Kairatu AKP. Hendry Hursepuny, Camat Kairatu M. Yusuf Hatala dan lainnya. (Pewarta : Patrick Papilaya/IM04)

Berita Terkait

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Kapolres SBB: Tak Ada Ampun! Pelaku dan Provokator Konflik Ani–Pawae Tetap Diproses Hukum
Golkar Maluku Soroti Fiskal Daerah hingga Hak Masyarakat dalam Proyek Blok Masela
Berita ini 436 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Wednesday, 15 April 2026 - 12:27 WIT

Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  

Tuesday, 7 April 2026 - 10:17 WIT

Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis

Berita Terbaru