IM, Ambon – Dana insetif penanganan pasian Covid- 19 yang di kucurkan Pihak Rumah Sakit Umum Daerah untuk Instalasi Bagian gizi yang di nilai sebagian Nakes kurang memuaskan.
dalam hal ini kasubag Humasa Rumah Sakit Umum Daerah Haulissy, Santi Tamher menjelasakan saat pertemua di kedai Kopi Pasir putih Rabu, (28/7).
Mengaku dalam penyerhan dana tersbut dirinya yang di beri ke Kepala istalasi Bagian gizi senilai Rp, 39.500.00., lalu di bagikan ke tenaga nakes Gizi yang berjumlah 45 orang.
“Dari 45 tanaga nakes gizi, memang yang paling di utamakan 13 orang yang aktif dalam penanganan pasian Covid -19”, jelas Santi.
selain itu, sebagai kasubag Humas, dirinyi di percayai dalam pembagian insentif para nakes, dan langkah yang di ambil adalah regulasi serta kebijakan yang di ambil.
“wajar kalo pembagian itu tidak sama bajetnya, kerena di lihat sesuai asensi kerja dalam penganan pasien covid-19”, terangnya.
dia juga menambahkan yang mengatur pembagian ke tenaga nakes gizi adalah kepala istalesi mereka sendiri, dan yang paling terendah Rp. 800.000, sedangkan yang di bayar Rp. 1.300.000 adalah yang aktif.
“Alhamdulillah semua dapat kebagian, walaupun sedikit, karena Nakes bagian gizi dilihat dari asensinya”






