Infomalukunews.com,Ambon – Tiga warga asal Dusun Huhua, Desa Buano Utara, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, yang sempat hilang kontak selama tiga hari saat melakukan perjalanan menggunakan longboat dari Pulau Manipa menuju Pulau Buano, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Ketiga korban ditemukan oleh nelayan setempat di rumpon ikan milik nelayan warga Pulau Kasuari, Buano Utara, pada Senin (26/10/2026) malam.
Informasi hilangnya ketiga warga tersebut diterima Comm Centre Basarnas Ambon dari Tarlan, salah satu keluarga korban, pada Senin (26/10/2026) pukul 10.55 WIT.
Berdasarkan laporan yang diterima, ketiga korban berangkat dari Pulau Manipa menuju Desa Buano pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIT. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, mereka belum tiba di tempat tujuan dan tidak dapat dihubungi.
Keluarga korban bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum berhasil menemukan keberadaan mereka. Keluarga kemudian meminta bantuan kepada Basarnas Ambon.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ambon pada Senin (26/10/2026) pukul 11.15 WIT mengerahkan KN SAR Abimanyu menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian.
Kapal SAR tersebut bergerak dari Dermaga BRIN Ambon menuju lokasi dengan jarak sekitar 70,8 mil laut pada arah 313 derajat atau barat laut.
Tim SAR melakukan pencarian hingga sore hari, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan ketiga korban. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan direncanakan berlanjut pada Selasa (27/10/2026).
Namun, pada Senin malam pukul 21.13 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Kepala Dusun Huhua, Desa Buano Utara, bahwa ketiga korban telah ditemukan oleh nelayan setempat dalam keadaan selamat di sebuah rumpon ikan.
Setelah ditemukan, ketiganya dievakuasi menuju Dusun Huhua. Pada Selasa (27/10/2026) pukul 00.15 WIT, seluruh korban tiba dengan selamat dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Adapun ketiga korban tersebut yakni Sait Ninilouw (56), Ruzilang Ninilouw (57), dan Adian Tuhuteru (13).
Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Ambon, awak KN SAR Abimanyu, Polairud Polres SBB, serta masyarakat setempat.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan KN SAR 235 Abimanyu dan longboat milik masyarakat.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berkabut, dengan angin bertiup dari arah timur laut hingga barat daya berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Keberhasilan ini menjadi kabar melegakan bagi keluarga korban setelah tiga warga tersebut sempat tidak diketahui keberadaannya selama perjalanan laut dari Pulau Manipa menuju Pulau Buano.(IM-03)






