Infomalukunews.com,Ambon – Seorang pria paruh baya meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat di tempat pijat Lestari, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (27/10/2026) malam. Korban sempat dievakuasi dari lantai II tempat pijat tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis di Rumah Sakit GPM.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya korban belum diketahui secara resmi. Identitas lengkap korban juga masih menunggu keterangan dari pihak berwenang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak di lokasi, korban tiba di tempat pijat tersebut sekitar pukul 19.00 WIT. Sekitar 45 menit kemudian, korban dilaporkan masuk ke kamar mandi dan keluar dalam kondisi lemas.
Melihat kondisi korban yang memburuk, pihak tempat pijat menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang perempuan yang berada di lokasi membenarkan adanya kejadian tersebut saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Menurut keterangannya, korban tidak meninggal di tempat pijat tersebut, melainkan sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Dia tidak meninggal di sini. Dia datang pijit, lalu masuk kamar mandi dan tiba-tiba keluar sudah lemas. Kemudian kita sarankan untuk bawa ke RS,” ujarnya.
evakuasi korban disebut terkendala
Proses evakuasi korban disebut sempat mengalami kendala ketika pihak yang membawanya berupaya mencari rumah sakit yang dapat memberikan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban awalnya hendak dibawa ke Rumah Sakit Al-Fatah. Namun, korban disebut tidak mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut karena kondisi rumah sakit penuh.
Upaya membawa korban ke Rumah Sakit Tentara (RST) juga disebut mengalami kendala serupa. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit GPM untuk mendapatkan pertolongan medis.
Informasi mengenai kendala tersebut disampaikan oleh seorang anggota polisi bernama Budi Kresna dari Polsek KPYS Ambon yang mengaku mendatangi lokasi setelah dihubungi pihak tempat pijat.
Namun, Budi menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam proses evakuasi sehingga tidak mengetahui secara pasti kondisi awal korban maupun seluruh rangkaian kejadian.
“Beta seng angkat korban, ada orang lain yang angkat dan dilarikan ke RS. Tadinya mau dibawa ke RS Al-Fatah, tapi penuh. Lalu mau ke RST, tapi penuh juga, dan akhirnya dilarikan ke GPM,” jelasnya.
Keterangan mengenai kondisi rumah sakit tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit terkait.
identitas korban belum dipastikan
Budi mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas korban, termasuk informasi yang beredar bahwa korban diduga merupakan seorang pemuka agama atau pendeta.
Menurutnya, identitas korban diketahui melalui kartu tanda penduduk (KTP) yang diserahkan kepada pihak rumah sakit oleh tukang pijat yang melayani korban.
“Tukang pijit yang buka antua KTP kasih ke pihak RS,” katanya.
Meski demikian, informasi mengenai identitas dan latar belakang korban perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari pihak berwenang maupun keluarga korban agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
polsek sirimau telah menerima informasi
Budi menjelaskan bahwa kejadian tersebut telah diinformasikan kepada Polsek Sirimau. Menurut keterangannya, anggota Polsek Sirimau mendatangi lokasi pada malam kejadian setelah menerima informasi bahwa korban telah dibawa ke Rumah Sakit GPM.
Sementara itu, Kapolsek Sirimau, IPTU Bastian Tuhuteru, yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Belum diperoleh keterangan resmi mengenai apakah polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, meminta keterangan pengelola tempat pijat, atau mengambil langkah penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian.
Informasi mengenai dugaan aktivitas pijat plus-plus di tempat tersebut juga beredar. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan informasi tersebut. Karena itu, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian.
penyebab kematian menunggu keterangan resmi
Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang masih perlu dijawab, mulai dari kondisi korban sebelum dievakuasi, penyebab korban mendadak lemas, hingga penyebab pasti kematiannya setelah dibawa ke rumah sakit.
Keterangan dari pihak rumah sakit dan kepolisian diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.(IM-03)





