Infomalukunews.com,Ambon-Jukulele Tingkat Kecamatan Teluk Ambon Tahun 2026 resmi digelar sebagai ajang penyisihan tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, guru pendamping, serta para peserta dari sekolah dan sanggar seni di wilayah Kecamatan Teluk Ambon.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan musik tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Kecamatan Teluk Ambon, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan, Kapolsek Teluk Ambon, Danramil Teluk Ambon, jajaran dewan juri, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon atau yang mewakili, PPK Kecamatan Teluk Ambon, Direktur Ambon Music Office (AMO), Camat Teluk Ambon, para Raja dan Lurah se-Kecamatan Teluk Ambon, Asisten II Pemerintah Kota Ambon Rustam Simanjuntak, para dewan guru pendamping, serta seluruh peserta lomba jukulele.
Camat Teluk Ambon, Indris Buamona, S.S., S.Kom., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir dalam kegiatan Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Teluk Ambon Tahun 2026.
Menurutnya, pelaksanaan lomba jukulele tingkat kecamatan bukan merupakan kegiatan yang baru. Tahun 2026 menjadi tahun ketiga pelaksanaan lomba tersebut, sekaligus menunjukkan adanya komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
“Ini merupakan bukti kepedulian Bapak Wali Kota Ambon yang senantiasa memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya, melalui kerja sama yang erat dengan Ambon Music Office,” ujar Buamona.
Ia mengatakan, musik jukulele memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon. Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya dipandang sebagai sebuah perlombaan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan generasi muda agar semakin mencintai seni dan budaya daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami sangat berharap mampu melahirkan talenta-talenta muda serta musisi-musisi muda penerus yang tidak hanya mampu bersuara dan berprestasi di tingkat kecamatan maupun kota, tetapi juga di tingkat nasional dan kelak dapat berkiprah di kancah internasional,” katanya.
Bukan Sekadar Kompetisi
Camat Teluk Ambon menegaskan, lomba jukulele bukan semata-mata menjadi arena untuk memperebutkan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian tampil, sekaligus membangun persahabatan.
Para peserta berasal dari berbagai sekolah dan sanggar seni yang ada di Kecamatan Teluk Ambon. Perbedaan latar belakang tersebut diharapkan tidak menjadi pembatas, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan membangun kebersamaan.
“Lebih dari sekadar kompetisi, lomba ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi para peserta untuk saling mengenal satu sama lain, meskipun mereka berasal dari latar belakang dan satuan pendidikan yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Menurut Buamona, kegiatan seni seperti lomba jukulele juga dapat menjadi sarana efektif untuk membina dan mempererat rasa persaudaraan di kalangan generasi muda.
Ia menilai, semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa merupakan salah satu kekuatan besar yang dimiliki masyarakat Kota Ambon dan Maluku secara umum.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat membangun rasa persaudaraan yang tulus sebagai sesama anak bangsa. Ini merupakan kekuatan terbesar yang kita miliki di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya,” tuturnya.
Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Leluhur
Buamona berharap semangat persatuan dan kebersamaan yang terbangun melalui lomba jukulele dapat terus dipelihara dan dikembangkan, sehingga menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan dalam perlombaan, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, sportivitas, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya leluhur.
“Setiap peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, gotong royong, dan cinta terhadap budaya leluhur yang menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama Pemerintah Kota Ambon, Ambon Music Office, para guru pendamping, sekolah, sanggar seni, orang tua, dewan juri, serta seluruh peserta.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan lomba jukulele tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan dukungan yang terus diberikan secara berkelanjutan, ia berharap kualitas penyelenggaraan lomba jukulele di Kecamatan Teluk Ambon dapat semakin meningkat setiap tahun.
“Dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Ambon serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, lomba jukulele ini diharapkan semakin berkualitas dari tahun ke tahun dan terus melahirkan bibit-bibit unggul musisi muda yang membanggakan,” pungkas Buamona.
Pelaksanaan Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Teluk Ambon Tahun 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan seni musik tradisional Maluku sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan mengharumkan nama Ambon di tingkat yang lebih tinggi.(IM-03 )






