Infomalukunews.com, Maluku – DPRD Provinsi Maluku mengusulkan agar pengelolaan asrama dan manajemen pendidikan di SMA Siwalima dipisahkan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan siswa sekaligus mengoptimalkan tugas guru dalam proses belajar mengajar.
Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saudah Tethool, mengatakan guru seharusnya lebih fokus menjalankan fungsi pendidikan tanpa dibebani tugas tambahan di luar kegiatan akademik.
“Guru harus fokus pada tugas pendidikan. Mereka tidak lagi dibebani tugas sebagai pengasuh asrama, petugas keamanan, maupun pengawas kegiatan siswa di luar jam belajar. Karena itu, manajemen asrama dan manajemen pendidikan perlu dipisahkan,” kata Tethool kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku.
Menurutnya, pemisahan tersebut akan menciptakan sistem pengelolaan yang lebih profesional. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal, sementara pengawasan dan pembinaan kehidupan siswa di asrama ditangani oleh manajemen khusus.
Selain menyoroti pengelolaan asrama, Komisi IV DPRD Maluku juga membahas perubahan skema pembiayaan perlengkapan sekolah bagi siswa SMA Siwalima.
Jika sebelumnya pemerintah daerah menanggung penuh kebutuhan seragam siswa sebanyak lima pasang, kini diterapkan pola pembiayaan baru. Dalam skema tersebut, orang tua siswa akan menanggung biaya tiga pasang seragam, sedangkan pemerintah daerah tetap memberikan bantuan dua pasang seragam.
Tethool menjelaskan, seluruh ketentuan terkait pengelolaan sekolah maupun pembiayaan perlengkapan siswa akan menjadi bagian dari kesepakatan yang harus dipahami dan disetujui oleh orang tua sejak awal proses pendaftaran.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas SMA Siwalima sebagai sekolah unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Semua aturan ini harus diketahui dan disepakati bersama oleh orang tua sejak awal, sehingga tujuan pengembangan SMA Siwalima sebagai sekolah unggulan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.(IM-03)







