Infomalukunews.com,Ambon-Tokoh Muda Maluku Sadam Bugis, sangat menyesali pernyataan Gubernur Maluku bahwa pemekaran itu hoax pada beberapa bulan lalu dengan berdasar bahwa sementara lagi Moratorium OTDA.
“Sikap pernyataan Gubernur ini justru melemahkan perjuangan para Tokoh pemekaran atau Tim yang sedang berjuang pemekaran,” ungkapnya, Jumat (25/04/2025).
Menurutnya, diduga gubernur ini tidak ikhlas kalau Maluku Tenggara Raya (MTR) mekar atau lepas dari Provinsi Maluku.
“Perlu kita pertanyakan hal tersebut, apakah gubernur tidak ikhlas kita pisah dari Provinsi Maluku, dan kita punya Provinsi sendiri,” cetus Bugis.
Apalagi kata dia, dengan terbitnya surat jesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi II, serta adanya pemekaran DOB di papua, menandakan bahwa justru Gubernur yang telah menyampaikan Narasi yang salah atau hoax.
“Saya sebagai orang tenggara sangat kecewa, apalagi terlebih khusus buat para tokoh kita yang sedang berjuang keras,” tegasnya
Menurut pandangan politiknya, sebagai orang tenggara, semestinya tidak lagi memberikan dukungan politik kepada para politisi yang ingin melemahkan atau mengagalkan pemekaran di Maluku, hal itu agar menjadi pelajaran politik bagi mereka,
“Karena Politik itu sesungguhnya sejahterakan rakyat, apalagi ini soal DOB di Maluku, ini akan membuka lapangan kerja Baru, memperpendek rentan kendali serta banyak serapan keuangan ke daerah, banyak infrastruktur yang menjadi kekurangan kita di Maluku, baik laut maupun didarat,” jelas dia.
Sebagai Gubernur lanjut ketua Umum itu, harusnya mendukung para tim serta masyarakat yang lagi berjuang untuk pemekaran DOB, agar ketika diminta oleh pusat, pihak sudah siap dalam hal syarat DOB. Bukan membuat pernyataan yang bersifat tidak benar.
“Apalagi sekarang sudah ada surat oleh komisi II DPR RI, tentang pemekaran DOB maka kita perlu ada kesiapan untuk menjemput ini DOB,” pungkasnya. (IM-03).







