IM, Ambon, — Maria Rahanyaan (45), warga asal Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku akhirnya bisa melihat sempurna setelah bola matanya dilaporkan sembuh setelah menjalani operasi katarak di RSUD Karel Sadsuitubun, pada Jumat (13/10).
Ibu empat anak itu sempat menderita katarak. Ia sempat berhenti bekerja dan mengurangi aktivitas pelayanan di gereja.
Tak hanya itu, sang suami yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan harus berhenti melaut karena mengurus Maria yang tak bisa melihat.
Berkat BCA bersama SPBK PERDAMI membawa harapan baru bagi Maria. Sedikit demi sedikit mata Maria mulai kembali pulih dan melihat cahaya.
Maria mengaku bersyukur sudah kembali melihat satu per satu wajah keluarga setelah mengikuti Bakti Sosial Operasi Katarak melalui program Bakti BCA Kesehatan, operasi katarak merupakan salah satu wujud nyata dan komitmen.
“Terima kasih BCA telah melaksanakan Program Bakti Sosial Katarak di Pulau Kei Kecil. Saya sangat terbantu dengan
kehadiran BCA. Saya berharap setelah saya bisa melihat lagi, saya punya suami bisa melaut lagi. Saya juga bisa beraktivitas lagi, urus suami, anak-anak, dan pelayanan Gereja,”imbuh dia.
VP Corporate Social Responsibility BCA Titi Yusnarti mengatakan operasi katarak digelar dalam rangka hari Penglihatan Sedunia berlangsung di Maluku Tenggara, Maluku.
Ia bilang program operasi katarak tersebut diikuti sebanyak 150 warga yang terbesar di Kepulauan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA),
melalui kegiatan CSR Bakti BCA melaksanakan rangkaian Program Bakti Sosial Operasi Katarak sepanjang Oktober 2023. Program tersebut bekerjasama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI).
“Operasi katarak sempat digelar di Kabupaten Maluku Tenggara,
Kabupaten Bandung, Kabupaten Pesisir Barat Lampung dan Kabupaten Manokwari,”kata Titi melalui keterangan tertulis, Selasa (17/10).
Di Kabupaten Maluku Tenggara operasi katarak Bakti BCA dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun selama dua hari terhitung sejak 12-13 Oktober 2023.
“Kami memilih Tual sebagai salah satu target lokasi dari rangkaian program Bakti Sosial Operasi Katarak Bakti BCA karena pulau Kei Kecil cukup jauh dari Ibukota provinsi,”katanya.
Selain itu, RS di pulau ini belum dilengkapi fasilitas kesehatan mata, sehingga banyak pasien katarak tidak
terjangkau layanan kesehatan mata yang cukup memadai.
“Kami sepenuhnya menyadari bahwa kesehatan mata sangat esensial dan perlu dijaga agar seseorang dapat memaksimalkan produktivitas dan perannya di dalam
komunitas,”imbuh dia.
Setelah di Kabupaten Maluku Tenggara, BCA akan melanjutkan operasi katarak di Bandung, Lampung hingga Manokwari. Sepanjang tahun 2023.
Sejauh ini, kata dia Bakti Sosial Operasi Katarak BCA telah dilaksanakan di dua
lokasi, yakni di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah dan Batam, Kepulauan Riau dan menjaring hampir 300 pasien.
BCA secara rutin menyelenggarakan kegiatan operasi katarak sejak 2001. Di tahun 2022 lalu BCA telah
mensponsori 803 operasi katarak di beberapa tempat di Indonesia, serta memberikan layanan medis kepada lebih dari 15.688 ribu pasien melalui klinik binaan BCA.
Kedepannya, BCA berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas program Bakti Sosial Operasi Katarak hingga ke seluruh penjuru Tanah Air.
Senada, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan katarak masih
merupakan penyakit gangguan mata yang cukup mendesak di Indonesia dan dapat mempengaruhi seseorang
dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Per 2002, BCA sempat bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk SPBK PERDAMI untuk mendekatkan layanan operasi katarak ke masyarakat, tak terkecuali yang hidup di area terpencil.
“Kami berharap program Bakti BCA dapat menjangkau lebih banyak wilayah sehingga dapat turut
mengurangi angka penderita katarak di Indonesia,”tuturnya.
Ia bilang, tak hanya memberikan operasi katarak, BCA juga secara proaktif memberikan dukungan dengan menyediakan bantuan alat-alat operasi katarak untuk mendukung SPBK PERDAMI, serta beberapa cabang PERDAMI dalam upaya pemberantasan katarak. Kegiatan ini diharapkan dapat melaksanakan prosedur dengan memanfaatkan teknologi, meminimalkan risiko dan memaksimalkan hasil yang positif.
Perwakilan PERDAMI Pusat, dr. Faraby Martha, Sp.M(K) mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah BCA
yang terus memperluas program bakti sosial operasi katarak ke berbagai daerah untuk terus menjangkau pasien-pasien katarak di seluruh pelosok Indonesia.
Begitu juga dukungan bantuan alat operasi katarak yang telah berkontribusi dalam pemberantasan buta katarak di Indonesia.
“Saya harap dengan kolaborasi yang semakin kuat, bersama-sama kita berharap dapat terus mengurangi angka penderita katarak di Indonesia,”pungkasnya.(IM-03)







