Kadin Maluku: Kawasan “Eco-City” Rempang Didorong Untuk Kepentingan Seluruh Anak Bangsa 

- Publisher

Thursday, 28 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

IM-AMBON-Kadin Maluku menyatakan pembangunan spot perekonomian terintegrasi di Rempang, Pulau Batam patut didukung. Karena Indonesia butuh investasi guna mewujudkan kemakmuran bagi rakyat.

Dampak positif terhadap Indonesia maupun masyarakat lokal setempat sudah pasti ada. Sebagai dampak multiplyer-effect perekonomian.

Terutama penyerapan tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran yang relatif masih tinggi. Tentu saja, pembukaan kawasan perekonomian Rempang patut didorong oleh seluruh komponen bangsa.

Kepada infomalukunews.com, Direktur eksekutif Kadin Maluku dan Wakil pembina BPD HIPMI Maluku Karman Saulatu meminta pemerintah pusat cq Kementrian Investasi agar merealisasikan visi misi Presiden RI Joko Widodo yang menargetkan tercapainya “Indonesia Emas” di masa datang.

“Ya tentu saja salah satunya melalui sektor investasi,” ujar Karman dihubungi melalui telepon seluler Kamis (28/9/2023).

Karman meminta pemerintah pusat “istiqomah” mewujudkan investasi di Rempang.

Apalagi Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia sudah banyak berupaya menyelesaikan persoalan proyek strategis nasional “Eco-city” Rempang.

“Demi kepentingan anak bangsa ke depan proyek itu patut direalisasikan,” ujar Karman.

Terkait persoalan Rempang, dia berpendapat, sebagai warga negara harus sami’na wa thona, atau sejalan dengan pemerintah.

“Sebagai warga negara kita harus ikuti langkah-langkah kebijakan beliau, Menteri Bahlil, sebagai utusan pemerintah di Rempang,” imbaunya.

Apalagj dalam negosiasi Bahlil dengan masyarakat ada kesepakatan, yaitu relokasi. Dan atas hal itu masyarakat setuju.

Bahlil, kata Karman bertemu langsung dengan tokoh-tokoh melayu di Rempang. Dan negosiasinya dilakukan dengan cara yang “soft” dan bijak.

“Alhamdulillah masyarakat terima dengan sangat baik. Jadi tidak ada gusur menggusur, hoax itu. Pindah tempat saja, dan diberikan sertifikat,” sebutnya.

Diakui memang ada hutan lindung, tapi ada juga hutan produktif di sana. Nah hutan produktif itu lah yang digunakan untuk relokasi.

“Bahkan pemerintah siapkan ganti rugi untuk relokasinya,” ungkap Karman.

Soal analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), dan master plannya dipastikan sudah dimiliki. Ini sebelum kebutuhan hunian bagi warga yang direlokasi disiapkan.(IM-03)

Berita Terkait

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Berita ini 495 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Berita Terbaru