Infomalukunews.com,Tual – Keresahan warga Pulau Kur memuncak. Keberangkatan KM Lobster dengan tujuan Kecamatan Pulau-pulau Kur yang dijadwalkan Rabu (5/8/2026) kembali batal. Ini menjadi pembatalan ketiga kalinya dalam 3 minggu terakhir.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan warga terkait keseriusan pelayanan transportasi laut ke wilayah kepulauan.
Bilal Rettob Rumlen, warga Pulau Kur, menyampaikan kekecewaannya. Ia menyoroti ketimpangan jadwal antara rute ke Dobo dan ke Pulau-Pulau.
Jadwal ke Dobo lancar, cuaca juga normal. Tapi giliran ke Kur alasannya tsunami melanda perairan Pulau-Pulau. Sudah 3 minggu feri Lobster tujuan pulau-pulau selalu batal,_” ujarnya.
Bilal mendesak Dinas Perhubungan Kota Tual segera mengevaluasi jadwal KM Lobster agar tidak terus merugikan masyarakat kepulauan.
Dishub tolong evaluasi betul jadwal feri Lobster. Jangan sampai masyarakat Pulau-Pulau terus jadi korban. Kalau begini terus, kami cuma jadi bahan bulian di medsos,_” tegasnya
Dishub: Terkendala Cuaca dan Teknis, Bukan Tidak Mau Berangkat
Keluhan warga langsung direspons Kepala Dinas Perhubungan Kota Tual, Drs. Jamaludin Rahareng.
Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan ASDP dan mitra pelayaran berjalan baik. Namun keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
“_Alasan cuaca dan hal teknis tidak bisa kami paksakan. Kapal tidak bisa diberangkatkan kalau kondisinya tidak memungkinkan,_” jelasnya.
Jamaludin juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah berprasangka negatif terhadap pelayanan pemerintah.
“_Kami melayani dengan tulus untuk seluruh masyarakat, bukan untuk segelintir orang. Mari berpikir positif,_” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan KM Lobster akan kembali melayani rute Tual – Pulau Kur.(IM-FR)







