Warga Dua Desa Terlibat Berkelahi saat Wisata di Air Bubunyi

- Publisher

Sunday, 4 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomomalukunews.com, Buru Selatan, –Sejumlah warga dari dua desa terlibat perkelahian saat mengisi liburan di wisata Air Babunyi, Desa Mepa, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

Kepala Polsek Leksula Iptu Bastian Tuhuteru mengatakan peristiwa bermula ketika dua orang warga bernama Endo Lesnussa dan Bonte Solissa warga Desa Ewiri berkelahi. Mereka, kata dia berkelahi setelah mengonsumsi minuman keras (miras) jenis sopi di lokasi wisata.sabtu 3/1/26.

“Miras dibeli di lokasi wisata, pedagang atau ibu-ibu jual sopi disana,”ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/2).

Ia bilang Endo dan Bonte berkelahi sempat membuat wisatawan yang tengah menikmati suasana air babunyi sempat panik. Warga pun berkumpul dan terjadi konsentrasi massa. Massa dari Desa Mepa dan Desa Ewiri kemudian saling berkelahi hingga ke tengah laut.

Akibat perkelahian itu, satu orang warga asal Desa Mepa bernama Awi Lesnussa menjadi korban luka setelah diamuk massa dan tersungkur hingga ke laut.

Perkelahian pun tak terhindarkan setelah massa dari kedua desa yang melakukan liburan di pantai air babunyi saling serang. Mereka saling balas serang dari bibir pantai hingga ke tengah laut. Terlihat beberapa warga membawa batang bambu mengejar warga lain yang berusaha menyelamatkan diri dengan menumpangi perahu nelayan.

Sementara beberapa warga yang terlambat tumpangan perahu untuk menyelamatkan diri sempat dianiaya warga dengan batang bambu. Sedangkan warga lain seperti anak-anak dan perempuan kocar-kacir dan menyelamatkan diri setelah massa yang tengah di pengaruhi minuman keras saling terlibat perkelahian.

Bastian mengklaim saat ini kondisi di wisata pantai air babunyi sudah berangsur membaik setelah petugas dikerahkan dengan speedboat sekitar 15 menit menuju lokasi wisata.

Ia menuturkan warga yang terlibat perkelahian sudah bersepakat damai setelah Kepala Desa Mepa Yolanda Matitale, Kepala Desa Ewiri Maximus Solissa, Ketua Majelis Jemaat dan tokoh masyarakat membuat surat perdamaian di Polsek.

Usai berdamai, mereka lantas berjabat tangan san saling berpelukan antar satu dengan lain dan berjanji tidak kembali mengulangi.

“Jadi mereka sudah berdamai dan kepala-kepala desa sudah berjanji akan mengimbau warganya untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan orang Basudara,”ucapnya.

Bastian menambahkan warga juga bersepakat untuk melarang pedagang menjual miras jenis sopi di tempat-tempat wisata. Ini dilakukan agar menjaga ‘Kai Wait’ atau konsep budaya Maluku yang berarti satu untuk semua.

Mereka juga meminta setiap lokasi wisata wajib ditempatkan pos pengamanan hingga keterlibatan pengurus desa sehingga wisatawan yang melakukan kunjungan wisata bisa aman dan nyaman.

Sebagai informasi, wisata air babunyi terletak di wilayah adminitrasi Desa Mepa dengan jarak tempuh sekitar 15 menit dari pusat kota kecamatan. Namun wisata ini masih bersengketa terkait status pengelolaan antar marah Lesnussa dan marga Solissa.

Dua marga tersebut masih saling klaim sebagai kepemilikan wisata air babunyi yang menjadi pemicunya perkelahian yang kerap terjadi antar warga Desa Ewiri dan Desa Mepa.(TIM-IM)

Berita Terkait

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram
Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.
Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!
Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru
25.383 KK di Ambon Terima Bantuan Beras, Wali Kota Bodewin: Pastikan Tepat Sasaran dan Jangan Diperjualbelikan
3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini
Sempat Hilang Kontak Saat Melaut, Warga Kairatu Ditemukan Meninggal di Kedalaman 20 Meter
Hangat dan Penuh Kebersamaan, Kodam XV/Pattimura Rayakan HUT LVRI-PPAD Bersama Masyarakat
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 22:13 WIT

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram

Thursday, 13 August 2026 - 22:08 WIT

Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.

Thursday, 13 August 2026 - 18:25 WIT

Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!

Thursday, 13 August 2026 - 14:56 WIT

Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Thursday, 13 August 2026 - 04:56 WIT

3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini

Berita Terbaru