Samloy: Semua Pihak Kawal Program MBG di Kepulauan Aru Agar Tetap berjalan Dengan Baik.

- Publisher

Monday, 24 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfomalukuNews.com,Ambon-Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya di kota Dobo selama pelaksanaan nya dipastikan aman dan terkendali dibawa pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjamin mutu, kebersihan, serta standar kesehatan pangan bagi anak-anak.

Untuk tetap aman dan terjaga agar tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan maka Koordinator Kepulauan Aru, Badan Gizi Nasional (BGN) Jordan Samloy, mengajak seluruh masyarakat, orang tua, pihak sekolah, dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk bersama-sama memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Aru.

Samloy menegaskan, keamanan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, orang tua diminta mengingatkan anak-anak agar makanan MBG dikonsumsi sesuai waktu yang telah ditentukan dan tidak boleh dibawa pulang, mengingat makanan tersebut memiliki batas waktu konsumsi atau masa kedaluwarsa.

Demikian Dikatakan Samloy kepada wartawan, Senin (24/8/2026), setelah melakukan pertemuan bersama pihak SD Negeri 6 Dobo dalam membahas evaluasi dan pengawasan pelaksanaan program MBG.

Samloy juga mendorong orang tua untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi kepada anak, salah satunya dengan membiasakan anak mengkonsumsi sayuran.

Menurutnya, konsumsi sayuran penting untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, mengontrol berat badan, sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

“Orang tua harus sama-sama mengawasi dan mengingatkan anak agar makanan tidak dibawa pulang karena ada masa kedaluwarsanya. Anak-anak juga perlu diberikan edukasi tentang gizi, termasuk membiasakan mereka mengonsumsi sayur,” ujar Korwil Aru.

Dirinya meminta pihak sekolah maupun orang tua tidak mengambil kesimpulan sendiri apabila menemukan makanan MBG yang dianggap mengalami perubahan kualitas, melainkan segera melaporkan dan menyerahkan sampel makanan kepada pihak SPPG.

Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat memastikan apakah makanan masih memenuhi standar, telah melewati batas waktu konsumsi, atau terdapat persoalan pada bahan baku maupun proses pengolahannya.

“Kami berharap ke depan ada kolaborasi antara ibu dan bapak bersama kami di SPPG. Kalau ada temuan seperti itu, langsung serahkan sampelnya kepada kami supaya kami bisa memastikan makanan tersebut benar-benar sesuai standar atau sudah melebihi batas, termasuk apakah ada masalah pada bahan bakunya,” jelasnya.

Samloy menegaskan, seluruh pihak memiliki kepentingan yang sama untuk mencegah terjadinya masalah keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. “Tidak ada satu orang pun yang setuju kalau makanan MBG sampai menyebabkan keracunan. Kita sama-sama menghindari hal itu,” tegasnya.

Ia menyebut, evaluasi tetap dilakukan meskipun kejadian yang terjadi pada Jumat lalu belum dapat dinyatakan sebagai kasus keracunan makanan.

“Walaupun tidak terjadi keracunan, kita tetap mencoba mencegah. Ini bentuk kehati-hatian kita,” katanya.

Di sisi lain, Korwil mengingatkan bahwa apabila operasional dapur MBG dihentikan hanya karena adanya persoalan yang masih dapat dievaluasi dan diperbaiki, dampaknya akan dirasakan oleh banyak pihak.

Menurutnya, di Kepulauan Aru saat ini baru terdapat dua dapur MBG. Jika salah satu dapur berhenti beroperasi, maka pelayanan kepada penerima manfaat akan berkurang.

“Kalau satu dapur tutup, kita yang baru punya dua dapur berarti tinggal satu. Yang paling berdampak adalah anak-anak yang membutuhkan MBG, karena mereka tidak lagi mendapatkan makanan bergizi,” ungkapnya.

Tidak hanya anak-anak, lanjut Samloy, keberlangsungan dapur MBG juga berkaitan dengan kehidupan para pekerja yang bekerja di dapur tersebut.

Mereka menggantungkan penghasilan dari pekerjaan yang dilakukan dalam mendukung program MBG.

Samloy juga menegaskan bahwa Rantai pasok bahan pangan lokal juga sangat penting karena terdampak bagi Petani dan nelayan lokal sehingga membantu perekonomian masyarakat lokal setempat.

Selain itu, tenaga kerja yang bekerja di dapur juga menggantungkan hidup dari gaji sehingga dapat membantu ekonomi mereka sehari-hari hari.

Selain itu Petani dan nelayan juga tentu berharap hasil mereka, termasuk sayur dan ikan dapat didistribusikan untuk kebutuhan MBG,” jelas Samloy.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi, tetapi bersama-sama melakukan evaluasi dan mencari solusi terbaik agar program MBG tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Samloy juga menyampaikan permohonan maaf dari pimpinan BGN kepada para siswa apabila dalam pelaksanaan MBG pada Jumat lalu terdapat kelalaian atau kekurangan.

Ia mengatakan pimpinan telah mengarahkan agar kondisi para siswa segera diperiksa sebagai bagian dari langkah pencegahan dan evaluasi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak apabila dalam pelaksanaan Jumat kemarin ada kelalaian dari kami. Ini menjadi evaluasi agar ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Korwil Aru juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan PIC yang telah membantu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG.

Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada BGN maupun pengelola SPPG. Peran sekolah, orang tua dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan makanan yang diterima anak benar-benar aman dan layak dikonsumsi.

Samloy yang juga adalah Senior GMKI tersebut kembali menegaskan bahwa tujuan utama program MBG adalah memberikan manfaat terbaik bagi anak-anak.

“Yang paling penting adalah anak-anak kita mendapatkan yang terbaik. Karena itu, mari kita sama-sama mengawasi dan menjaga program ini,” pungkasnya

Sementara itu, pihak sekolah menilai program MBG memiliki manfaat lebih luas bagi siswa. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, program tersebut dinilai turut memberikan motivasi bagi siswa untuk datang ke sekolah dan mengikuti proses pembelajaran.

Karena itu, keberlangsungan program MBG diharapkan tetap dijaga dengan memperbaiki setiap kekurangan yang ditemukan.

Pihak sekolah juga mengharapkan adanya komunikasi yang semakin baik antara sekolah, orang tua, BGN dan pengelola SPPG sehingga setiap persoalan dapat segera ditangani tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Dengan pengawasan bersama, komunikasi yang terbuka serta evaluasi secara berkelanjutan, pelaksanaan program MBG di Kepulauan Aru diharapkan dapat terus berjalan secara aman, berkualitas dan memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus mendukung masyarakat lokal yang terlibat dalam rantai penyediaan pangan. (IM DW)

Berita Terkait

Polda Maluku Bongkar Dugaan Mafia BBM, Lima Orang Diamankan dalam Pengungkapan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Rumah Tunggu Kelahiran di Kepulauan Aru Jadi Strategi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Dana Rp 1,7 Miliar Cair Bangunan Tak Ada, APH Didesak Periksa Kepsek Dan Konsultan SMK Azzahra Mastur.
Hambra Samal Bantu Pembangunan Masjid Al Istiqomah Luhutuban, Persiapan Pengecoran Lantai
Pangdam XV/Pattimura Pimpin Pergantian Pejabat Kodam, Tekankan Semangat dan Tanggung Jawab
PKM : Pelatihan Penulisan Sejarah Jemaat di Jemaat GPM Nazareth Ambon 
Bupati Kepulauan Aru: Pengasuh SMTPI Punya Peran Strategis Bentuk Generasi Emas Gereja dan Bangsa
Usulkan Sejumlah Infrastruktur, Bupati Bursel Kadis PUPR Temui Kementerian PU
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 20:12 WIT

Samloy: Semua Pihak Kawal Program MBG di Kepulauan Aru Agar Tetap berjalan Dengan Baik.

Monday, 24 August 2026 - 10:48 WIT

Polda Maluku Bongkar Dugaan Mafia BBM, Lima Orang Diamankan dalam Pengungkapan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Monday, 24 August 2026 - 09:48 WIT

Rumah Tunggu Kelahiran di Kepulauan Aru Jadi Strategi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Monday, 24 August 2026 - 06:26 WIT

Dana Rp 1,7 Miliar Cair Bangunan Tak Ada, APH Didesak Periksa Kepsek Dan Konsultan SMK Azzahra Mastur.

Sunday, 23 August 2026 - 17:04 WIT

Pangdam XV/Pattimura Pimpin Pergantian Pejabat Kodam, Tekankan Semangat dan Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Promosi

Lewat HUT 28, DPD PAN Buresl Santuni 280 Anak Yatim

Monday, 24 Aug 2026 - 10:05 WIT