IM – TUAL.’ — Walikota Tual, Adam Rahayaan S.Ag M.Si di dampingi Wakil Walikota Tual Usman Tamnge SE, melakukan rapat bersama pimpinan OPD para camat, tokoh agama, Kepala Desa, Lurah, dan RT/RW se-kota Tual dalam rangka menyambut Pesta Paduan Gerejani (Pesparani) Tingkat Provinsi Maluku 2022.
Dalam pertemuan tersebut ada 4 agenda yang di bahas yakni Pesparani tingkat Provinsi Maluku, tentang Miras, Narkoba dan Pemalangan jalan di Kota Tual, ucap Wali Kota Tual, Kepada Infomaluku.news, Senin (18/7/2022).
Beberapa hari yang lalu terjadi peristiwa bentrokan antara Desa Tamedan, Dullah, Ohoitel, Ohoitahit, Jalan Patimura, Werhir, SKB yang merugikan banyak orang, sehingga saya adakan rapat bersama para pimpinan OPD, camat, tokoh agama, Kepala Desa /Lurah serta RT/RW, ujarnya.
Kata Rahayan, Kota Tual di percayakan sebagai tuan rumah Pesta Paduan Gerejani Pesparani Tingkat Provinsi Maluku, sehingga perlu kita tunjukkan yang terbaik kepada seluruh tamu para undangan yang akan datang merayakan Pesparani di Kota Tual, imbuhnya.
Kita selaku tuan rumah harus menjamin bahwa kondisi Kota Tual pada hari ini Aman, nyaman, dan kondusif.
Lebih lanjut, menurut Rahayaan, seharusnya masalah yang terjadi di Desa peran aktif itu RT/RW itu sangat penting, karena mereka tau jelas tentang warga mereka. Kalau kejadian perkelahian di Desa tentu cepat di atasi pada level bawah, jangan ada proses pembiaran,
Sesuai hasil kesepakatan dalam Rapat tadi saya perintahkan kepada RT/RW untuk adakan rapat dengan masyarakat di lingkungan RT/RW masing-masing agar memberikan pencerahan dan pembinaan sesuai hasil rapat pada hari ini.
Tegas Rahayaan”
Rahayan katakan, kita akan meluarkan Perda tentang Minuman Keras (Miras) Produsen dan Konsumen, namun perlu kita harus pelajari pasal-pasal mana yang kita harus pakai, seperti Perda Hawear, tetapi Hawear yang di cap begitu saja, Hawear ada mekanisme ada dalam pamasangan proses dari awal hingga Hawear itu berdiri, bukan sembarang terpasang, jelasnya.
Soal keamanan dan ketertiban umum Kamtibmas bukan saja tanggung jawab pihak Aparat TNI/POLRI tetapi juga tanggung jawab kita bersama, ujarnya.
“Bagaimana kalau Investor datang bawah uang milyaran rupiah berinvestasi di Kota Tual kalau kondisi daerah tidak aman”.
“Perlu kesadaran itu ada pada kita semua, tidak boleh lagi konsumsi minuman keras yang akan mengakibatkan masalah yang kita tidak inginkan bersama”, tutur Rahayan.(FR)






