Wali Kota Ambon: Kritik Pemerintah Boleh, Tapi Jangan Caci Maki

- Publisher

Tuesday, 11 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews,com. Ambon-Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak generasi muda dan mahasiswa untuk berani menyampaikan kritik terhadap pemerintah, namun tetap mengedepankan etika, data, dan fakta.

Pesan tersebut disampaikan Wattimena saat membuka Dialog Kebangsaan bertema *“Bacarita Kota Ambon Voor Ambon Pung Bae”* yang digelar di Santika Hotel Ambon, Selasa (11/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Wattimena menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara tepat dan tidak berubah menjadi caci maki maupun penghakiman terhadap pihak tertentu.

Kalau pemimpin di kota atau provinsi ini kerjanya belum maksimal, ingatkan. Tapi ingatkan dengan etis, dengan beretika, bukan dengan mencaci maki,” tegas Wattimena.

Menurutnya, masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai kelompok intelektual, memiliki ruang untuk mengawasi sekaligus mengingatkan pemerintah apabila terdapat kebijakan atau kinerja yang dinilai belum maksimal.

Namun, ia meminta kritik tersebut didukung data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak ada yang bilang adik-adik harus sembunyikan hal yang salah. Tidak. Ungkapkan dengan data dan fakta. Jangan dimainkan di publik lalu menjustifikasi orang yang belum tentu bersalah,” ujarnya.

Wattimena menilai, transparansi tanpa didukung kebenaran fakta justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Informasi yang belum terverifikasi, menurutnya, dapat memunculkan penghakiman sepihak dan membuat pemerintah maupun aparat harus menghabiskan waktu untuk melakukan klarifikasi.

“Kalau salah, proses. Tapi jangan yang tidak salah diproses, sampai pemerintah atau aparat pusing buat klarifikasi sana-sini dan tidak ada waktu buat bekerja dengan baik,” katanya.

Dalam sambutannya, Wattimena mengibaratkan tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat Kota Ambon seperti sebuah orkestra.

Pemerintah, kata dia, memiliki tugas menjaga ritme dan harmoni agar seluruh unsur dapat berjalan sesuai peran masing-masing.

“Harmoni tidak akan tercipta apabila ada pihak yang ingin tampil menonjolkan ego masing-masing tanpa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang menginisiasi Dialog Kebangsaan tersebut. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk merawat keharmonisan masyarakat Ambon yang memiliki keberagaman suku, agama, dan etnis.

“Ambon ini kota kecil, tapi memiliki keberagaman yang luar biasa. Hampir seluruh suku, agama, dan etnis ada di sini. Keberagaman ini butuh sentuhan bersama agar menjadi modal kuat pembangunan, bukan faktor penghambat,” ujarnya.

Menjelang usia Kota Ambon yang ke-451 tahun, Wattimena juga mengajak generasi muda untuk menjadikan sejarah perjuangan para pahlawan Maluku sebagai inspirasi dalam berkarya dan membangun daerah.

Menurutnya, generasi saat ini bukan sekadar penonton sejarah, tetapi memiliki tanggung jawab untuk menentukan arah masa depan Kota Ambon.

“Masa lalu mesti jadi semangat, masa kini mesti jadi tanda bahwa kita adalah pelaku-pelaku sejarah,” katanya.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak melakukan tindakan yang justru merusak persatuan dan keharmonisan masyarakat.

“Kalau tidak bisa jadi pelaku sejarah yang baik untuk kota ini, jangan jadi beban sejarah dengan bikin rusak atau provokasi,” tandasnya.

Selain kepada mahasiswa dan generasi muda, Wattimena juga mengingatkan para Raja dan Kepala Desa (Kades) untuk menjalankan tugas dan fungsi pokoknya secara nyata di tengah masyarakat.

Hal tersebut, kata dia, termasuk menjaga kebersihan lingkungan serta membangun kebersamaan di tingkat akar rumput.

Wattimena berharap Dialog Kebangsaan tersebut dapat melahirkan kesamaan cara pandang seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan bersama-sama mendorong kemajuan Ambon Manise.

Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, jajaran Forkopimda, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol. Andreas S. Nugroho, para Raja dan Kades, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta sejumlah undangan lainnya.

Usai menyampaikan sambutan, Wattimena bersama Sekkot, Ketua DPRD Kota Ambon dan sejumlah stakeholder membuka kegiatan dengan pemukulan tifa.

Dialog kemudian dilanjutkan dengan pembacaan “Deklarasi Perdamaian”yang dipimpin Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella dan diikuti seluruh peserta.

Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai persoalan strategis di Kota Ambon, di antaranya Kapolresta Ambon mengenai situasi kamtibmas, Sekkot Ambon mengenai visi-misi dan progres pembangunan, Ketua DPRD Kota Ambon mengenai capaian DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon mengenai penanganan kasus korupsi, serta Kepala Pertanahan Kota Ambon mengenai persoalan pertanahan.(IM-VLL)

Berita Terkait

Lantik 175 Prajurit Bintara Infanteri, Pangdam XV/Pattimura Tekankan Mental Petarung Prima
Polda Maluku Buka Ruang Riset bagi Pelajar, Data Lima Tahun Terakhir Kasus Narkoba Jadi Bahan Belajar Machine Learning Pelajar SMA Laboratorium Unpatti Ambon
Dialog Kebangsaan “For Ambon Pung Bae”, Polresta dan Pemkot Dorong Persatuan Jaga Kamtibmas
Dorong BUMD Kelola Tambang, Pertanian dan Perikanan Maluku, Irfan Patty: DPRD Jangan Hambat Niat Baik Gubernur Maluku 
KAPOLDA MALUKU GANDENG IMM CEGAH KONFLIK DAN PERKUAT SDM, DORONG PEMBENTUKAN KAMPUNG INGGRIS, HINGGA UMKM
Sempat Tertunda, Pemkab Bursel Janji Segera Bayar Gaji ASN dan PPPK 
Mahasiswa Desak Kejati Maluku Percepat Penanganan Dugaan Korupsi PT Bipolo Gidin
DPD IMM MALUKU APRESIASI KOMITMEN GUBERNUR HENDRIK LEWERISSA MENJAGA STABILITAS EKONOMI DAERAH 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 19:22 WIT

Wali Kota Ambon: Kritik Pemerintah Boleh, Tapi Jangan Caci Maki

Tuesday, 11 August 2026 - 19:05 WIT

Lantik 175 Prajurit Bintara Infanteri, Pangdam XV/Pattimura Tekankan Mental Petarung Prima

Tuesday, 11 August 2026 - 16:12 WIT

Polda Maluku Buka Ruang Riset bagi Pelajar, Data Lima Tahun Terakhir Kasus Narkoba Jadi Bahan Belajar Machine Learning Pelajar SMA Laboratorium Unpatti Ambon

Tuesday, 11 August 2026 - 15:30 WIT

Dialog Kebangsaan “For Ambon Pung Bae”, Polresta dan Pemkot Dorong Persatuan Jaga Kamtibmas

Tuesday, 11 August 2026 - 14:59 WIT

Dorong BUMD Kelola Tambang, Pertanian dan Perikanan Maluku, Irfan Patty: DPRD Jangan Hambat Niat Baik Gubernur Maluku 

Berita Terbaru