Viral, Warga Miskin Pedalaman Pulau Seram Maluku Sakit Ditandu Sejauh 32 Kilometer 

- Publisher

Friday, 19 July 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

INFOMALUKUNEWS.COM,PIRU, SBB,– Imanuel Bitalessy (65) warga miskin di Desa Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku ditandu warga sejauh 32 menuju puskesmas untuk berobat, Kamis, (18/7) pagi.

Dalam video viral itu memperlihatkan beberapa orang warga sedang menandu pria miskin itu. Imanuel ditandu karena tak punya akses jalan raya untuk ambulans ke kampungnya.

Warga memutuskan menandu Imanuel karena menderita kesakitan dibagian kaki hingga ke jalan raya. Mereka sempat melewati medan pegunungan yang membahayakan, melewati jalan lumpur dan licin hingga menyeberang sungai deras.

Mereka bergilir menandu pria miskin asal Desa Huku Kecil itu menggunakan sebatang bambu, mereka menggunakan kain fan terpal biru untuk melindungi pasien dari paparan hujan. Mereka sempat kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat beberapa kali di perjalanan baru kembali melanjutkan perjalanan menuju jalan raya.

Peristiwa itu terjadi di Desa Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Kamis (18/7) pagi atau sekitar pukul 06:00 WIT.

Dikonfirmasi, warga Huku Kecil bernama Lany Lumamuly membenarkan peristiwa tersebut. Ia bilang Imanuel ditandu keluar dari desanya sekitar pukul 06:00 WIT.

“Iya benar, warga sakit itu bernama Imanuel Bitalessy umur 65 tahun, warga tandu sekitar jam enam pagi,”ujarnya saat dihubungi, Jumat (19/7).

Lany mengaku potret tandu warga sakit sudah menjadi tradisi selama Indonesia merdeka. Mereka terpaksa menandu karena keterbatasan akses jalan tak punya membuat mereka sengsara selama berpuluh tahun. Akses jalan yang sulit membuat ambulans tak bisa dijangkau.

Ia menuturkan dari desa Huku Kecil menuju jalan raya harus menempuh perjalanan kaki sejauh tujuh jam atau sekitar 32 Kilometer.

“Kalau 7 jam itu untuk orang yang tenaga kuat, kalau tenaga tidak kuat atau tandu orang sakit begitu bisa sampai 10 jam,”ucapnya.

Saat tiba di jalan raya, kata dia warga kembali melanjutkan perjalanan lagi sekitar tujuh jam menuju puskesmas yang terletak di ibu kota Kecamatan. Mereka biasa menumpangi mobil penumpang atau truk yang melintasi kawasan tersebut.

Lany berharap pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa membangun jalan dan jembatan mereka sehingga mereka tidak lagi sengsara. Pasalnya, mereka mengaku kondisi kesengsaraan sudah berulang kali dikeluhkan ke pemerintah kabupaten maupun provinsi namun hingga saat ini tak kunjung dibangun.

“Kami cuma minta Pak Jokowi bangun jam jalan mereka, kami di pegunungan pulau Seram terutama di Kecamatan Elpaputih ada beberapa desa, mereka masih sengsara,”pintanya.

Sebagai informasi, penduduk miskin yang mendiami pegunungan pulau Seram di Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku berjumlah 1.245 orang. Ribuan penduduk berprofesi petani sempat mendiami tiga desa masing-masing Desa Abio, Desa Watui dan Desa Huku Kecil. Hingga saat ini, mereka belum menikmati penerangan, pendidikan, kesehatan hingga akses jalan raya.(TIM-IM)

Berita Terkait

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Kapolres SBB: Tak Ada Ampun! Pelaku dan Provokator Konflik Ani–Pawae Tetap Diproses Hukum
Golkar Maluku Soroti Fiskal Daerah hingga Hak Masyarakat dalam Proyek Blok Masela
Tambang Sinabar di Luhu Disorot, Hasil Peninjauan KLHK Belum Dipublikasikan
Berita ini 516 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Wednesday, 15 April 2026 - 12:27 WIT

Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  

Tuesday, 7 April 2026 - 10:17 WIT

Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis

Friday, 3 April 2026 - 00:16 WIT

OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Bursel Hadiri Kegiatan Implementasi PPID di Batam

Thursday, 16 Apr 2026 - 21:42 WIT

Promosi

Kalah Praperadilan, Bos Toko Nesta Terancam Masuk Penjara

Thursday, 16 Apr 2026 - 18:51 WIT