IM-Piru,– Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Melkisedek Tuhehay S.Sos,MH dangat menyesalkan adanya pemberitaan media yang menyesatkan Masyarakat.(13/09/2023).
Adanya pemberitaan Media baru – baru ini terkait pelayanan RSUD Piru Bahwa Tidak ada pelayanan terhadap pasien yang masuk akibat Mogoknya Para Dokter Spesialis beberapa waktu lalu, membuat Anggota DPRD Kab.SBB dari dapil 3 Kairatu – Kairatu barat ini geram, pasalnya menurut Tuhehay pelayanan RSUD sudah normal kembali, setelah kesepakatan baik antara Pihak Managemen RSUD, Pemerintah Daerah, maupun dengan para Dokter yang bersangkutan.
“Saya menghimbau kepada media maupun masyarakat untuk menyampaikan informasi harus riil, jangan asal dengar lalu meneruskan informasi yang mendatangkan ketakutan kepada masyarakat, bila perlu datang cek langsung ke lapangan”.Tegas Tuhehay.
Kepada media infomalukunews.com, Dirinya juga menyampaikan bahwa Akibat dari mogoknya Para Dokter Spesialis beberapa waktu lalu membuat troumatis dan rasa takut yang berlebihan dari masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan sehingga bayak yang memilih di rawat di rumah atau puskesmas, oleh karena ketakutan inilah masyarakat lebih memilih tinggal di rumah, saya meminta agar kita semua memberikan informasi kepada masyarakat itu harus benar – benar fakta terkini karena untuk mengembalikan keyakinan dan Kepercayaan masyarakat itu tidak gampang, kasian masyarakat kita kalau informasi sesat yang mereka konsumsi setiap saat, yang rugi itu masyarakat kita.
Saat di wawancarai beberapa waktu lalu di ruang kerjanya, Leverne Alvin Tuasuun, Sekda Kab.Seram Bagian Barat, bahwa sudah ada kesepakatan dengan para Dokter Spesialis, hanya tinggal pihak administrasi RSUD menyiapkan laporan terkait TPP agar segera di cairkan anggaran mereka, sekarang mereka sudah bekerja, dan pelayanan RSUD sudah normal, Tuasuun juga menghimbau kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama maupun pengguna sosmed agar dalam memberikan informasi kepada public, di harapkan agar di cek dulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan apalagi sampai merugikan.(IM.KR).







