Infomalukunews.com, Tual – 8/8/26-Panitia Jambore Pecinta Alam Maluku (JPAM) XXVIII terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung pada 15–18 Agustus 2026 di Kota Tual.
Kegiatan empat hari ini akan mempertemukan organisasi pecinta alam dari seluruh Provinsi Maluku. JPAM XXVIII diharapkan menjadi wadah mempererat persaudaraan, meningkatkan kapasitas organisasi, serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sekretaris Panitia JPAM XXVIII, Umi Hani Nuhuyanan, S.H., mengatakan Kota Tual telah siap menjadi tuan rumah bagi ratusan peserta dari berbagai organisasi pecinta alam se-Maluku.
“Panitia telah melakukan berbagai tahapan persiapan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, peninjauan lokasi kegiatan, penyusunan teknis pelaksanaan, hingga penyempurnaan administrasi serta sarana pendukung agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan sukses, ujarnya.
Usung Tema Kearifan Lokal Kepulauan Kei
Mengusung tema “Merajut Harmoni di Bumi Maren Maryadat: Kolaborasi Pecinta Alam Dalam Melestarikan Ekosistem Kepulauan Kei” kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara organisasi pecinta alam, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
Selama pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda:
1. Upacara pembukaan
2. Aksi konservasi lingkungan dan pendidikan konservasi
3. Penjelajahan alam
4. Pentas seni budaya
5. Forum organisasi pecinta alam
6. Kegiatan edukatif untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian alam
Panitia mengajak seluruh organisasi pecinta alam, mulai dari KPA, MAPALA, SISPALA, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama menyukseskan JPAM XXVIII.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat gerakan pelestarian lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya Kepulauan Kei kepada masyarakat yang lebih luas” lanjut Umi Hani.
Dengan semangat Bumi Maren Maryadat Kota Tual optimistis mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta. Selain ajang silaturahmi, JPAM XXVIII juga diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem Kepulauan Kei demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.(IM-FR)






