Infomalukunews.com,Dobo — Warga Desa Ponom, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, digegerkan dengan penemuan seekor paus berukuran raksasa yang terdampar di kawasan pesisir hutan mangrove, Minggu (26/10/2026).
Mamalia laut yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 22 meter itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Berdasarkan foto yang diterima redaksi, bangkai paus tampak tergeletak di atas lumpur kawasan mangrove, dengan kondisi tubuh membusuk dan kulit mulai mengelupas.
Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat terlihat mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung bangkai mamalia laut berukuran jumbo tersebut.
Diduga Terjebak di Kawasan Mangrove
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, paus tersebut diduga terbawa arus pasang tinggi dalam beberapa hari terakhir hingga masuk ke perairan dangkal di sekitar pesisir Desa Ponom.
Kondisi perairan yang dipenuhi akar mangrove diduga menyulitkan mamalia laut tersebut untuk kembali menuju laut lepas. Namun, penyebab pasti paus itu terdampar hingga kini belum diketahui dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Pemerintah dan Instansi Terkait Perlu Turun Tangan
Keberadaan bangkai paus yang telah membusuk di kawasan pesisir menjadi perhatian, terutama terkait penanganan bangkai serta potensi gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Hingga berita ini disusun, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kejadian tersebut belum dilaporkan kepada Pemerintah Desa Ponom maupun Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk petugas yang menangani konservasi sumber daya kelautan, diharapkan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, memastikan penyebab paus terdampar, serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
Warga juga diimbau tidak mendekati atau menyentuh bangkai paus, mengingat kondisinya telah membusuk dan perlu ditangani secara aman oleh petugas berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir Kepulauan Aru. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga sekaligus mengetahui penyebab pasti terdamparnya mamalia laut berukuran raksasa tersebut.(IM-DW)






