Oleh : Djunaidi Raupele
Alumni Senior FEKON UNPATTI
Infomalukunews.com, Ambon,- Sebagai Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura angkatan 77/78 atau 48 tahun yang lalu, juga sebagai mantan Ketua Senat, Ketua ISMEI, saya merasa sangat prihatin dan sedih melihat kejadian kemarin yg diikuti dgn beredarnya vidio dugaan pembakaran kampus SUARA ALUMNI UNTUK MENJAGA MARWAH KAMPUS.
Ironisnya, pada saat kejadian itu saya sedang berada di lingkungan kampus menghadap Dekan untuk mengurus transkrip nilai dalam rangka melengkapi persyaratan Program RPL. Di tengah suasana tersebut, hati saya benar-benar tersentuh. Kampus ini adalah tempat kami ditempa puluhan tahun lalu dan menjadi rumah ilmu yang membentuk karakter dan masa depan kami.

Kampus bukan sekadar bangunan. Ia adalah ruang lahirnya gagasan, integritas, dan harapan generasi penerus. Karena itu, apabila benar terjadi tindakan perusakan atau pembakaran fasilitas pendidikan, maka hal tersebut tentu tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Perbedaan pendapat harus disampaikan melalui cara-cara yang bermartabat dan sesuai hukum.
Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, serta menjaga suasana tetap kondusif. Kepada pihak kampus termasuk lembaga mahasiswa, senior serta dosen dan aparat kepolisian, kiranya dapat mengambil langkah profesional, tegas, tepat, dan terukur agar situasi segera pulih dan aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.
Mari kita jaga kampus sebagai lembaga pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Maluku. Perbedaan boleh ada, tetapi masa depan pendidikan harus tetap kita lindungi bersama.(**)






