IM, AMBON-Pembangunan bendung Way Apu dipercepat targetnya tahun 2022 infrastruktur strategis nasional tersebut selesai.
Kepala Satker Way Apu Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku, Amaraldo, menjelaskan kendala utama yang dihadapi pihaknya adalah cuaca, kondisi tanah, material dan refokusing anggaran.
Tapi pembangunannya mesti dipercepat mengingat bendungan tersebut pernah mengalami keterlambatan dua tahun lebih karena berbagai sebab diantaranya pembebasan lahan.
Belum lagi kondisi cuaca, terus fakta lapangan beda. Fondasi kita pikir sudah bagus, faktanya mengandung pasir itu kendalanya,” ungkap Amaraldo kepada wartawan, Senin (16/8/2021).
Terkait material, diakui pihaknya tetap mengutamakan bahan yang ditentukan dalam rencana pekerjaan.
Tapi tidak menutup kemungkinan disesuaikan dan diambil dari sekitar lokasi proyek bendungan.
Apalagi dari hasil konsultasi dengan komisi keamanan proyek Way Apu sendiri memastikan material dimaksud cukup aman digunakan.
Meski demikian, langkah tersebut tidak mudah diputuskan. “Ada sidang-sidang teknis, ada pleno di Jakarta. Sementara mendatangkan ahli-ahli juga sulit,” katanya.
Dari sisi anggaran juga cukup sulit saat ini untuk membiayai pembangunan bendung tersebut.
Anggaran diusul 20 persen tapi masih dipotong sekitar separuh karena refokusing Covid-19 dan sudah habis sejak Januari 2021.
“Kita ajukan untuk tahun 2022, dipotong lagi dari 30 persen jadi 15 persen. Karena memang dana Rp 11 triliun bendungan seluruh Indonesia konsen ke Covid-19,” terangnya.(pom)






