IM, MASOHI-Realisasi bantuan dana stimulan untuk warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) kucuran dana mencapai 43,35 persen.
Realisasi dana gempa Kabupaten Malteng awalnya berlangsung lambat. Ini karena BNI Masohi tetap mengacu pada Juklak yang ditentukan BNPB Pusat.
Sehingga proses pencairan dana bencana alam tersebut harus melewati berbagai tahap tergantung verifikasi, hingga validasi data terakhir.
Kepala BPBD Malteng Latif Key menjelaskan realisasi dana bencana tak bisa keluar dari petunjuk pelaksanaan (Juklak) BNPB Pusat.
Dengan demikian dana milik masyarakat itu tidak bisa “dikorek-korek” untuk kepentingan apapun. “Jadi dananya tetap aman di BNI,” tandas Latif Key melalui WhatsApp Sabtu (17/7/2021).
Dia mengaku berdasarkan data dari pihak BNI, total dana total dana stimulan Rp 158.460.000.000,- sementara yang sudah dikucurkan sebesar Rp 68.714.500.000.
“Atau sudah mencapai 43,3%,” ungkap Latif Key.
Dia merincikan, sebanyak 539 Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Reguler telah menerima pencairan tahap pertama.
Dilanjutkan tahap kedua dan ketiga, sehingga total dana gempa Kabupaten Malteng kelompok tersebut terealisasi Rp 57.309.500.000,-
Sementara Penerima Bantuan (PB) dari kelompok Mandiri sebanyak 632 KK dengan total dana terealisasi mencapai Rp 16.405.000.000,-
Sebelumnya Latif Key menyebutkan sebanyak 12.000 Kepala Keluarga (KK) penerima dana gempa di Kabupaten Malteng diproses. (pom)







