PT.Space Island Maluku Kembali Berulah; Warga Waisamu Palang Jalan

- Publisher

Monday, 22 May 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Wausamu, PT. Space Island Maluku (SIM) krlembali berulah, setelah Menggusur lahan milik masyarakat Pohon batu, Desa Kawa. Kec. Seram Barat, Kab. Seram Bagian Barat, kini PT. SIM kembali menggususur Tanah Adat Milik Desa Waisamu Kec. Kairatu Barat. Kab. SBB.(22/05/2023).

Akibat dari tindakan Dugaan Penyerobotan Lahan Pertanian Milik Negeri Waisamu yang di lakukan oleh PT.SIM, Masyarakat Desa Waisamu melakukan Protes dan Pemalangan jalan Trans Seram di Wilayah perkampungan Desa Waisamu yang mengakibatkan Akses Jalan lumpuh total selama kurang 5 (lima) jam.

Masyarakat Desa waisamu menegaskan bahwa penggusuran lahan Pertanian yang di lakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pertanian pisang Abaka ( Pisang Dolar ) agar segera di hentikan, dan segera angkat kaki dari wilayah petuanan adat Desa Waisamu.

Setelah melalui negosiasi antara utusan dari Pihak pemerintah Daerah Kab. Seram Bagian Barat yang di Wakili oleh Kepala Kesbangpol, Saban Patty dan masyarakat di TKP, akhirnya masyarakat bersedia membuka kembali jalan dengan catatan agar Pihak PT.SIM segera menghentikan Proses pembongkaran di lahan masyarakat.

Menurut Patty, dalam keterangannya di depan Masyarakat Waisamu yang di dampungi oleh Pihak Keamanan Baik dari Polsek Kairatu barat, Polres SBB dan Kodim 1513/04 Kairatu serta satgas Yon Armed 1 kostrad Pos Ramel Waisamu, bahwa PT. SIM Sudah menghentikan kegiatan pembongkarannya.

“Kami Sudah Pastikan ke PT.SIM untuk segera menghentikan aktifitasnya di lahan yang di persoalkan oleh masyarakat sampai ada penyelesaian baik antara Desa Waisamu, Desa Nurue dan pihak PT.SIM”. Tegas Patty.

Kepada Media infomalukunews.com, patty memastikan bahwa tidak akan ada aktifitas apapun dari Pihak PT.SIM di Wilayah yang di Permasalahkan oleh Masyarakat Desa Waisamu sampai masalah ini di Selesaikan.
” Di pastikan tidak akan ada aktifitas apapun di wilayah itu sampai masalah ini selesai, besok pemerintah daerah akan memanggil pihak – pihak terkait untuk ada dalam pertemuan guna mencari solusi atas masalah ini, baik itu Pihak Desa Waisamu, Desa Nurue, PT.SIM maupun Dinas dan OPD terkait”. Sambung Patty.

Setelah Masyarakat Desa Waisamu mendengar penjelasan serta jaminan Dari Saban Patty Selaku Perwakilan dari Pemerintah Daerah Akhirnya Kepala Desa Waisamu, Marten Riripoy memerintahkan Masyarakat untuk segera membuka kembali akses Jalan yang sempat di tutup oleh Masyarakat, dengan jaminan bahwa pihak perusahaan tidak lagi melakukan aktifitas apapun Di atas Lahan masyarakat dan Wilayah Petuanan Adat Desa Waisamu.(IM.KR)

Berita Terkait

Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Kapolres SBB: Tak Ada Ampun! Pelaku dan Provokator Konflik Ani–Pawae Tetap Diproses Hukum
Golkar Maluku Soroti Fiskal Daerah hingga Hak Masyarakat dalam Proyek Blok Masela
Tambang Sinabar di Luhu Disorot, Hasil Peninjauan KLHK Belum Dipublikasikan
Gubernur Maluku Pimpin Apel, Pastikan Idul Fitri 1447 H Aman dan Nyaman
Respon Cepat Kapolres MBD Redam Konflik Warga Toinaman dan Kaiwatu
La Hamidi: Ramadhan Momentum Pererat Silaturahmi Antar Sesama 
Berita ini 4,290 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 7 April 2026 - 10:17 WIT

Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis

Friday, 3 April 2026 - 00:16 WIT

OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan

Tuesday, 24 March 2026 - 10:17 WIT

Kapolres SBB: Tak Ada Ampun! Pelaku dan Provokator Konflik Ani–Pawae Tetap Diproses Hukum

Monday, 16 March 2026 - 19:07 WIT

Golkar Maluku Soroti Fiskal Daerah hingga Hak Masyarakat dalam Proyek Blok Masela

Friday, 13 March 2026 - 09:49 WIT

Tambang Sinabar di Luhu Disorot, Hasil Peninjauan KLHK Belum Dipublikasikan

Berita Terbaru

Daerah

Data Sudah Siap, Penataan Pasar Tinggal Jalan

Monday, 13 Apr 2026 - 22:05 WIT