IM — Buru.’- Proyek Pembangunan Bendung Waeapo di Desa Wapsalit dan Desa Wea Flan Kecamatan Lolong Kuba Kabupaten Buru Maluku, yang di kerjakan PT Pembangunan Perumahan dan PT Adhi Karya (KSO) dalam proses perpanjang kontrak.
Proyek Bendungan Waeapo yang di kerjakan berjalan kurang lebih 4 tahun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 sampai 2022 senilai Rp.156.898.152.000 atau 2,1 Terliun.
Proyek bendungan tersebut akhirnya dalam proses perpanjang kontraknya, karena mengingat kondisi iklim geografis tidak mengijinkan dan proses pembebasan lahan terkendala sehingga membuat proses pekerjaan lambat, ujar Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku,Marva ibnu kepada Infomaluku.com, Senin(21/3).
“Apalagi di Maluku ini curah hujan tidak menentu ada yang hujannya tinggi dan rendah, musim hujan untuk wilayah Maluku mengalami hujan intes pada Juni, Juli, dan Agustus karena wiliyah ini punya pola hujan tersendiri, di tambah lagi proses pembebasan lahan juga menghambat”, katanya.
Kata Andi, “untuk saat ini sudah sekitar 35% dimana pekerjaan efektif memasuki 17 bulan dari saat pembebasan lahan akhir tahun 2020. Tahapan pekerjaan saat ini adalah pembuatan terowongan spillway, dan landscaping, dan lainnya”.
Lanjut Andi, proyek Bendungan Waeapo ini dalam proses perpanjang sehingga proses pekerjaan di targetkan sampai 2023 suda rampung, pungkasnya.(IM03)







