IM — Ambon.’ — Ketua Koordinator Harian Pelasana Lembaga Pengawasan Pembangunan Indonesia (LPPI), Abdul Hamid Rahayan,mengatakan Sebelum Terbitkan Kepres oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk pembangunan LIN dan ANP maka Pemerintah Daerah Provisi Maluku juga harus segera melakukan survei untuk menentukan lokasi dan tempat yang layak untuk menjadi lokasi proyek tersebut.
Sesuai hasil analisa dampak lingkungan agar tidak lagi ada hambatan sebagai mana pengalaman yang telah terjadi, jangan sampai kita menuntut agar segera keinginan kita di penuhi oleh presiden sementara kewajiban kita untuk mempersiapkan lokasi belum tersedia, ujar Rahayan kepada Media ini, Jumat(1/4).
Kata Rahayan, Akibatnya Pemda Maluku yang dianggap tidak siap bahkan menghambat rencana proyek tersebut. Untuk itu harapan saya agar Pemda Maluku mengabil langkah cepat untuk mempersiapkan lokasi proyek LIN dan ANP, agar memudahkan Pemda Maluku, imbuhnya
“Saya rekomendasikan beberapa tempat agar di survei untuk menjadi calon areal proyek LIN dan ANP. Karena utamanya lokasi atau areal yang harus di pergunakan untuk pembangunan proyek LIN dan ANP membutuhkan arel yang luas dan aman dan yang lebih terpenting areal pelabuhannya luas dan memadai diantaranya Amahi dan kota Masohi ke dua di Seram Barat Huamual ketiga Danar Kei Kecil disekitaran pelabuhan Nafigasi Maluku tenggara”.
Karena lokasi tidak harus di pulau Ambon tetapi yang terpenting ada di Maluku.
Tempat yang dinilai layak dan memenuhi syarat berdasarkan AMDAL, kita semua berharap agar segara diterbitkan Kepres oleh Presiden Joko Widodo agar menjadi dasar akan di bangunnya kedua proyek tersebut agar tercipta lapangan pekerjaan, mengurangi angka pengangguran meningkatkan.
Pendapatan masyarakat dan memperkecil angka kemiskinan, sekaligus meningkatkan pedapatan daerah Maluku untuk itu kita berdoa kepada TUHAN YANG Maha KUASA agar meridhoi semua perjuangan dan harapan rakyat Maluku, pungkasnya.(IM03)




