IM — Piru.’ — Akibat Pembangunan gedung sekolah yang tak kunjung tuntas atau mangkrak kegiatan belajar mengajar siswa- siswi SD Negeri 01 Hualoy Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat terhambat. Para masyarakat meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen Cipta Karya, Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Maluku harus bertanggung jawab atas mangkraknya pembangunan SD Negeri 01 Hualoy.
Pembangunan gedung sekolah yang di kerjakan oleh PT Mahakarya Abadi Jo dan PT Mifta Multi Besic dengan mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 senilai kurang lebih Rp 2 Milar.
Masayarakat Hualoy, menyampaikan, SD Negeri 01 Hualoy mendapat bantuan pembangunan gedung sekolah sebanyak 14 unit dari Dirjen Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Maluku.
Sudah hampir 1 tahun kontraktor sampai saat ini entah kemana, sementara kariyawan (Tukang) juga suda pulang kampung, ucap salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan kepada media ini, Jumat(22/4).
Dia mengatakan masyarakat bahagia karena gedung sekolah di renovasikan. Tentu para siswa pasti berharap belajar di gedung yang bagus.
“Tapi, pembangunan gedung tak kunjung tuntas. Dari 14 unit belum pun juga selesai”.
“Pihak PPK dalam hal ini Anwar dan Kontraktor harus bertanggung jawab atas mangkraknya pembangunan sekolah SD Negeri 01 Hualoy. Dia juga berharap penegak hukum mengusut mengapa proyek ini mangkrak”.
Kejaksaan tinggi Maluku harus mengusut proyek ini, karena ini mengunakan anggaran APBN yang begitu besar, pungkasnya.(IM03)







