Dobo, Info Malukunews com: Pembangunan gedung gereja baru Jemaat GPM Dobo Klasis Pulau-Pulau pada hari Minggu (30/1/2022) adalah bagian dari keputusan Sidang Jemaat GPM Dobo yang ke 39 tahun 2021 kemarin. Dan Ditahun 2022 ini terwujud. Lokasi yang menjadi titik pembangunan berada di Sektor Karmel dan merupakan Cikal Bakal dari Nama Gereja nanti bila kelak di resmikan.
Peletakan Batu penjuru dan mulainya dilaksanakan Pembangunan berlangsung pada 30 Januari 2022. Di hadiri oleh Wakil Ketua MPH Sinode Pdt Ny L. Bakarbessy, Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga, Ketua MUI, Ketua Klasis GPM PP Aru Pdt H. Mussa, Danlanal Aru, Anggota DPRD Aru, Pimpinan OPD, para Pdt yang bertugas di Jemaat GPM Dobo, Ketua Pembangunan Gedung Gereja D. Pohwain, dan Ribuan Umat di Jemaat GPM Dobo. Acara di akhiri dengan makan bersama.
Wakil Ketua I MPH Sinode Pdt. Lenny Bakarbessy Mewakili Ketua Sinode GPM menyampaikan momentun hari ini merupakan ikatan janji dan iman jemaat GPM Dobo dengan Tuhan.
Bahwa hari ini seluruh Pelayan dan Umat di Jemaat GPM Dobo telah bersepakat dengan Tuhan untuk memulai proses pembangunan Bait Allah ditempat ini. Sebuah komitmen iman yang butuh rasa tanggung jawab secara bersama,
Lanjut Bakarbessy, dalam seluruh karya pelayanan gereja apapun bentuknya satu hal yang pasti adalah bahwa Tuhan tidak pernah lepas tangan.
Menurut Bakarbessy, Pembangunan ini adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam rangka tugas-tugas dan tanggung jawab pelayanan pembinaan umat.
“Pembangunan Gereja sebagai infrastruktur pelayanan penting tetapi yang jauh lebih penting adalah Pembangunan manusia,” ungkapnya.
MPH Sinode menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah membantu GPM dalam setiap pembangunan rumah ibadah. Serta Dukungan Seluruh masyarakat di Aru untuk saudara saudara kita di Jemaat GPM Kariuw yang menjadi korban konflik sengketa lahan.
Sementara itu, Bupati dr. Johan Gonga dalam sambutannya mengatakan acara Peletakan batu penjuru merupakan suatu kesatuan kerangka pembangunan gereja yang diawali dengan ritual sebagai momentum dan langkah awal dari seluruh rangkaian pembangunan Gedung Gereja yang diyakini sebagai sarana peribadahan dan pusat pendidikan teologi umat dalam persekutuan orang percaya yang memuji kemahakuasaan Allah.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya memberikan apresiasi kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Dobo dan seluruh penyelenggara pelayanan, yang telah melakukan sebuah perencanaan kudus penuh hikmat dalam Rencana Strategis Jemaat,” kata Gonga
Orang nomor 1 di bumi jargaria ini berharap bahwa Gereja Protestan Maluku di Kabupaten Kepulauan Aru juga terus menunjukkan keikutsertaan dalam seluruh pembangunan yang terjadi di daerah ini, dengan meningkatkan kualitas pembinaan, pendidikan serta perkembangan wawasan moral, serta iman taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai cara Gereja memberi respons terhadap seluruh masalah keuamatan dan kebangsaan yang terus berdinamika dari waktu ke waktu.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pembangunan gedung gereja Karmel, D Pohwain dalam laporannya mengatakan bahwa anggaran yang di butuhkan dalam pembangunan adalah sebesar 2,8 Miliar lebih.
Selanjutnya kata Pohwain, gedung gereja yang ada di Jemaat Dobo tidak mampu menampung banyaknya Umat yang ada di jemaat Dobo sehingga dibangun gedung gereja yang baru guna mewujudkan pelayanan persekutuan pemberdayaan dan kesaksian umat.
(Dedi Weusa)







