Oleh, Mathias Atdjas
Infomalukunews.com,Dobo-Cerita LokalBertahun-tahun lamanya Mereka masyarakat Desa Namara hidup, memanfaatkan dan mengelola Udang “Ambari” menjadi Terasi lesat!
Bertahun-tahun lamanya….
Mereka masyarakat hidup, menyekolahkan anak, dan sebagian besar kebutuhan hidup ditunjukan kepada Terasi yang menjadi primadona Pangan Lokalnya.
Persoalan yang dihadapi
Udang Rebon/atau yang dikenal Lokal di Aru yakni Ambari itu adalah udang MUSIMAN…iya muncul kurang lebih 3 bulan pada bulan Juni – Agustus.
Bahan baku /udang Ambari nie hanya sesaat…maka masyarakat memfokuskan diri untuk menangkap Ambari dan mengelola menjadi udang kering dan Terasi.
Dalam waktu itu juga…masyarakat memasarkan udang Ambari dalam bentuk
Udang kering dan Terasi dalam Jumlah yang banyak!
pelajaran ekonomi dasar terkait dengan “pasar”
‘Jika banyak…harga rendah,…jika sedikit harga tinggi’
Mereka tidak miliki manajemen Gudang penyimpanan…
Tidak miliki Manajemen stok….
Sistemnya “Ada” dijual sebanyak-banyak mungkin agar mendapatkan hasil atau upah dari hasil pengeloan Udang kering dan Terasi.
Hadirnya BUMDES Urai Uni
Melihat realiti :
1. Udang musiman
2. Pasar/harga
3. Stok
4. Gudang
maka mereka…Pemdes, masyarakat dan BUMDES sepakat untuk mengaturnya dalam suatu Lembaga Ekonomi yakni Badan Usaha Milik Desa.
Untuk apa???
1. Mengatur agar udang musiman ini dapat dimanfaatkan sepanjang tahun (12 bulan bukan hanya 3-5 bulan)
2. Menjaga agar Pasar dan harga stabil
3. Mengatur Stok Terasi agar tersedia di pasar selama 12 bulan
4. Menjaga kualitas Terasi agar tetap awet dan bagus dinikmati.
Manajemen hulu dan Hilir….
Desa Namara, Kecamatan Aru Tengah adalah salah satu Desa HEBAT yang tak “terlihat” hebatnya!
kenapa???
Salah satu desa di Aru yang telah berusaha keluar “SENDIRI” dari persoalan yang mereka hadapi terkait dengan Pangan Lokal desanya Terasi.
Mereka terus menjaga Hulu dan juga memutuskan untuk menjaga Hilir!
Apa yang mereka Lakukan untuk Menjaga dan Menguatkan Hulu dan Hilir…???
Mereka telah Merancang Peraturan Desa yang mengatur tentang Pengelolaan dan Pendistribusian Udang Kering dan Terasi. dalam waktu Dekat akan dibahas dan ditetapkan dalam Musyawarah Desa.
Apa yang diharapkan…???
Setelah Perdes tentang Pengelolaan dan Pendistribusian udang Kering dan Terasi dibahas dan ditetapkan,
Pemda (Bupati, Wakil Bupati dan OPD Terkait)
Akan mendukung dengan MENGHIDUPKAN PANGAN LOKAL DI PASAR KOTA DOBO.
(detailnya pasti sangat dipahami oleh Bapa Bupati, Wakil Bupati dan OPD terkait)
Dukungan Kecamatan, OPD dan Khususnya Bapa Bupati dan Wakil Bupati akan menghidupkan pangan lokal di Aru.
Desa Namara dan BUMDES Urai Uni sudah Mulai……mari kita bantu.






