Oknum Kepsek di Kabupaten SBB Diduga Gelapkan Dana Kartu Indonesia Pintar

- Publisher

Wednesday, 24 July 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, AMBON-

Terkuak kasus dugaan penggelapan dana gelontoran pemerintah pusat dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dilakukan oknum Kepsek SMP Satu Atap (SATAP) Desa Tonu Jaya Kecamatan Waisala Kabupaten SBB.


Salah satu alumni SMP SATAP tersebut mengungkapkan ada siswa yang difoto untuk dokumentasi seolah telah menerima uang program KIP senilai Rp 500 ribu secara simbolis.

Dokumentasi diambil oknum Kepsek berinisial “MK” itu dengan cara mengambil gambar siswa tersebut sedang menerima uang dari bendahara sekolah. Tapi setelah pengambilan gambar anehnya, uang tidak diberikan tapi ditarik kembali dari siswa.

“Pas habis foto, uang ditarik, Mama bilang ini foto rekayasa supaya bukti ke pusat bahwa uang, murid sudah terima. Tapi uang tidak dikasih,” kata sumber infomalukunews.com dihubungi melalui telepon seluler berinisial “A” di balik telepon selulernya, Rabu (24/7).

Pengambilan foto sebagai dokumentasi jelas sumber, dilakukan oleh MK beberapa hari lalu. “Fotonya kemarin dulu lain ,” kata sumber.

Apakah uang KIP itu benar-benar ditarik dari seluruh siswa setelah penyerahan secara simbolis hari itu, sumber bilang belum tahu pasti. “Nanti beta tanya mama dulu, mama yang lebih tahu,” katanya.

Hingga berita ini dipublis konfirmasi lanjut soal keterangan sumber ini ke ibu yang bersangkutan belum dilakukan.

Namun sumber sebelumnya menambahkan pernah bersekolah di SMP SATAP Tonu Jaya, tapi selama menjadi siswa dia tidak pernah memperoleh uang KIP. Hal yang sama juga terjadi pada dua adik perempuannya yang masih di kelas 6 dan kelas 3 SMP tersebut.

Si oknum Kepsek “MK” dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan soal informasi miring terkait dirinya. Dia berdalih, tidak bisa diganggu karena sedang sibuk dengan salah satu kegiatan prioritas sekolahnya.

“Saya lagi kerja dalam rangka akreditasi,” akunya.

Salah satu orangtua siswa inisial “LC” (40) mengaku keempat anaknya yang bersekolah di SMP tersebut semuanya mengantongi kartu KIP tapi hanya satu orang yang mendapatkan uang melalui kartu itu.

“Kita punya anak semua dapat kartu. Tapi yang tiga orang tidak dapat, hanya satu anak, dapat dua kali begitu. Waktu dapat yang kedua kali Rp 400 ribu tapi dialihkan, katanya untuk pakaian olahraga,” kata LC.(pom)

Berita Terkait

LKI Maluku Memberikan Apresiasi Atas Kunjungan Menteri Agama Ke Maluku Besok.
Di BAM Pemuda Muhammadiyah Maluku, Ketua PWPM Maluku Rimbo Bugis Bicara Kepemimpinan Profetik 
Pemuda Muhammadiyah Maluku Mendukung, Kebijakan Gubernur Hendrik, Terkait Pengajuan Pinjaman Rp 1,5 Triliun Ke PT SMI
Bupati Kaidel Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Hari Pahlawan Nasional.
Pemkot Ambon Gelar Metode Skrining Kanker Serviks Dengan HPV DNA
Komisi II DPRD Maluku Kritis Kebijakan Saat Temui KKP di Jakarta.
Pembangunan Jalan Lingkar Ambalau Tak Kunjung Rampung, Pemprov Maluku sudah Anggarkan 2025
Pleno KPUD Aru : Kaidel – Djumpa Terpilih Sebagai Bupati dan Wakil Bupati.
Berita ini 228 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 15 January 2026 - 15:40 WIT

LKI Maluku Memberikan Apresiasi Atas Kunjungan Menteri Agama Ke Maluku Besok.

Monday, 12 January 2026 - 13:00 WIT

Di BAM Pemuda Muhammadiyah Maluku, Ketua PWPM Maluku Rimbo Bugis Bicara Kepemimpinan Profetik 

Thursday, 20 November 2025 - 12:28 WIT

Pemuda Muhammadiyah Maluku Mendukung, Kebijakan Gubernur Hendrik, Terkait Pengajuan Pinjaman Rp 1,5 Triliun Ke PT SMI

Monday, 10 November 2025 - 13:13 WIT

Bupati Kaidel Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Hari Pahlawan Nasional.

Thursday, 6 November 2025 - 14:45 WIT

Pemkot Ambon Gelar Metode Skrining Kanker Serviks Dengan HPV DNA

Berita Terbaru