Infomalukunews.com,Ambon- Kemunculan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Luhu, Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kinerja Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat SBB jadi sorotan publik terutama masyarakat SBB.
Dugaan korupsi Dana Desa Luhu hingga miliaran rupiah tersebut, menuai kekesalan pihak inspektorat atas tudingan oknum inspektorat terlibat pada penyelewengan ADD/DD Desa Luhu.
Dari mencuatnya dugaan korupsi Dana Desa Luhu, Pimpinan Inspektorat, Indra Maruapey, mulai memerintahkan dan membentuk tim investigasi dari inspektorat.
“Tim Investigasi baru bekerja dari kemarin, tim investigasi dari Inspektorat akan mengkonfirmasi kepada Forum Pemuda atas laporan yang mereka sampaikan termasuk tuduhan adanya keterlibatan oknum Inspektorat dalam dugaan korupsi Dana Desa Luhu”, kata Maruapey, melalui pesan WhatsApp, selasa (06/05/25).
Dia tidak permasalahkan tuduhan atas dugaan oknumya terlibat pada permasalahan tersebut. Ia tetap serius dalam menangani dugaan korupsi Dana Desa Luhu.
“Iya tidak masalah, tapi tuduhan tersebut kami secara organisasi maupun saya selaku pimpinan menganggap serius, dan saya sudah mengintruksikan kepada tim melakukan investigasi secara konferhensif dan pengujian yang menyeluruh termasuk meminta pihak pelapor atas bukti-bukti yang memadai terkait dengan apa yang dilaporkan”, ujarnya.
Terkait dengan adanya temuan penyalahgunan Dana Desa Luhu atau tidak, ia belum bisa ungkapkan. “Sementara belum, karena tim sementara baru pemeriksaan kelengkapan laporan pertanggungjawaban dan kesesuaian informasi antara Dokumen APBDes Luhu dengan Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Pertanggungjawaban”, ungkapnya.
Karena timnya belum masuk ke tahap inventarisasi data/dokumen untuk pengujian fisik. “Belum masuk pada tahap inventarisasi Data/Dokumen pendukung serta Konfirmasi ataupun Wawancara, Kuisioner, Perbandingan, Pengujian Fisik dan Analisis. Semua merupakan metode untuk menjamin standar pemeriksaan/investigasi”, ucapnya.
Ia menyatakan akan menginformasikan perkembangan selanjutnya jika ada penyalahgunaan dan kerugian Negara di dugaan korupsi Dana Desa tersebut.
“Iya pasti akan ada penjelasan tapi karena baru melakukan penugasan untuk Investigasi Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Luhu tahun 2023-2024, maka tim sementara masih proteksi untuk bisa bekerja dengan baik mengumpulkan semua data atau dokumen yang bisa dijadikan informasi”, cetusnya.
Ia juga dengan lantang bongkar kinerja Pj. Kades Luhu sebelumnya dan Kades sekarang. “Dalam pengelolaan ADD/DD Desa Luhu mulai dari Pj. Kades sebelumnya sampai dengan Kades sekarang, semua punya masalah masing-masing berdasarkan hasil pemeriksaan”, tandas Indra Maruapey.
Sementara dari pantauan media ini, masyarakat SBB pada umumnya dan masyarakat Huamual pada khususnya menanti adanya temuan penyalahgunaan dan adanya kerugian Negara, dikarenakan Dana Desa Luhu nilainya sangat Fantastis, dimana dari tahun 2023-2024 bernilai puluhan miliar tersebut, diduga tidak dirasakan oleh masyarakat Luhu dan petuanannya, baik dari program pemberdayaan masyarakat maupun infrastruktur.
Oleh karena itu, Inspektorat sebagai lembaga internal yang mengawasi kinerjanya pemerintahan di SBB, jadi sorotan dan terus dipantau oleh masyarakat SBB terutama dalam pengelolaan ADD/DD oleh seluruh Kades-Kades di SBB, terutama Desa Luhu, mengingat penerima Uang Desa terbesar ada di Desa Luhu. (Borqan-IM)







