Memilih Kepala Daerah Yang Berkualitas.

- Publisher

Tuesday, 2 July 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Kaimudin Laitupa Advokat dan konsultan Hukum.

 

INFOMALUKUNEWS.COMAMBON,-Mengingat perhelatan politik lokal atau Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak semakin dekat, tepatny diadakan pada 27 November 2024.Pilkada serentak akan diadakan di 548 daerah yang terdiri 415 kabupaten. 98 kota dan 37 provinsi. Hampir seluruh wilayah di Indonesia akan melaksanakan pilkada kecuali pada daerah Istimewa yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan kota atau kabupaten admistratif di Provinsi Jakarta.

Olehnya itu, hal penting untuk kita diskusikan dalam perhelatan Pilkada serentak ini yaitu “Memilih Kepala Daerah Berkualitas”. Pertanyaannya kenapa penting untuk didiskusikan? Karena selama proses demokrasi lokal (pilkada) menyisakan banyak permasalahan yang belum diselesaikan secara tuntas. Problem dasar dari pilkada serentak adalah masyarakat salah memilih pemimpin.

Lebih lanjut seberapa besar proporsi pemilih yang tergolong sebagai pemilih cerdas, sehingga diharapkan mampu menghasilkan Kepala daerah yang berkualitas. Hal ini menjadi sangat penting karena bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.

Pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin. Pertama, Anti Politik Uang yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu. Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya. Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai ‘godaan iman’ yang segera berlalu, kemudian segera ‘bertaubat’ untuk kembali mengikuti suara hati nuraninya.

Kedua, Tidak Asal Pilih, yakni konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak atau kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab, maknanya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, serta diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerahnya.

Ketiga, Visi, Misi dan Platform yang diusung partai atau koalisi partai dan calon kepala daerah, menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitifnya. Sehingga hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang logis dan ‘membumi’ yang dipilih. Karena tipologi calon seperti itu biasanya akan menghindari jebakan janji-janji politik yang berlebihan serta abai terhadap realitas di lapangan.

Adapun pandangan dari Puri Kencana Putri Koordinator KontraS Bidang Strategi dan Mobilisasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan bahwa memilih pemimpin yang baik itu ada indikatornya, yakni .Pertama, berkomitmen memperkuat institusi demokrasi.Komitmen itu bisa dilihat melalui sejumlah indikator antara lain partisipasi politik, representasi politik dan bagaimana proses pengambilan keputusan.

Kedua, peningkatan kualitas layanan publik.Semakin banyak calon yang mengusung isu perbaikan pelayanan publik maka lebih baik.

Ketiga, penegakan hukum dan akses keadilan. Calon kepala daerah yang baik yakni menjadikan penegakan hukum dan akses keadilan sebagai prioritas.

Dari beberapa indikator diatas selain menjadi pondasi awal,juga acuan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerahnya.Harapannya para paslon kepala daerah yang akan bertanding dalam pertarungan Pilkada serentak, tepatnya 27 November 2024 mendatang, untuk tidak terjebak dalam syawat kekuasaan yang cenderung, ambisius,curang,dan kolutif. Namun para paslon harus memposisikan kekuasaan politik bukan sebagai tujuan akhir, tapi sebagai sarana untuk pengabdian kepada masyarakat daerahnya.Atau sebaliknya jadikan politik sebagai jalan pengabdian yang agung.

Lebih dari itu, Jangan maknai Pilkada serentak hanya mengejar target keserentakan pencalonan, dinamika kampanye,dan pelantikannya, tetapi lebih dari itu juga kesejalannya dinamika di daerah dengan agenda pembangunan yang dicanangkan pusat agar dapat mendapat sasaran dengan hasil maksimal. Dan seharusnya Pilkada serentak dianggap penting untuk menghasilkan kepala daerah yang berkualitas,sehingga membawa dampak positif dalam pembagunan daerah kedepan.

Pembangunan daerah maju dan tidaknya tergantung tipikal pemimpin daerahnya.Olehnya itu, memilih pemimpin yang mempunyai jiwa kebaruan untuk menerobos hal hal baru demi memperbaiki pembangunan daerah.Selain itu,dilihat dari visi,misi serta gagasannya untuk kemajuan daerah. Dari semua indikator diatas jika betul-betul dilaksanakan secara baik oleh para Paslon terpilih kelak. Maka yakin sungguh Pilkada serentak tahun ini menyisakan hal baik dari pilkada-pilkada serentak terdahulu.

Dalam konteks itu, kita sebagai masyarakat pemilih mengharapkan proses Pilkada serentak tahun 2024 dapat memenuhi kriteria sebagai Pilkada yang berkualitas. Pertama, Pilkada yang diselenggarakan secara profesional, jujur, dan adil (jurdil), bertanggung jawab dan bersih dari segala bentuk kecurangan.

Kedua, Pilkada tidak hanya sekedar rutinitas memilih kepala daerah, namun Pilkada yang berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Ketiga, kemajuan daerah sangat tergantung kepada kualitas pemimpin daerahnya, oleh karena itu memilih calon pemimpin daerah yang terbaik menjadi niscaya. Sehingga kita berharap di daerah lahir para kepala daerah yang mencatatkan prestasi gemilang bagi daerahnya.

Dengan demikian, harapannya publik untuk memilih calon pemimpinnya dengan cerdas, yakni memilih siapa kiranya di antara paslon-paslon kepala daerah yang mampu dan kompeten memerankan model kepemimpinan dengan jiwa kebaruan untuk menerobos. Sehingga, memungkinkan bisa mewujudkan visi, misi serta janji-janji politik yang mereka dengungkan dalam setiap kampanye.

Karena memang daerah kedepan membutuhkan pemimpin yang mampu menerobos kebuntuan penyelesaian masalah-masalah krusial dan berat di daerahnya, diantaranya kemiskinan ekstrim, tingginya angka kriminalitas, masih buruknya layanan kesehatan, krisis lingkungan hidup dan pencemaran lingkungan, lonjakan angka pengangguran, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, Pemimpin berkualitaslah menjadi solusi serta jawaban atas semua permasalahan. (IM-06)

Berita Terkait

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Berita Terbaru

Daerah

KPK Ingatkan Pentingnya Perencanaan dan Tata Kelola Keuangan

Thursday, 30 Apr 2026 - 16:48 WIT

Promosi

Tandai Satu Dekade IBM, Voluntara Hadir di Lombok dan Bandung 

Thursday, 30 Apr 2026 - 16:23 WIT