Memahami Pemelihan Umum Kepala Daerah dan Progres Kerja Partai Politik.

- Publisher

Saturday, 21 May 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Wan Tamalene
Pemuda Melinial
Saka Mese Nusa

IM — Ambon.’ — Suda kita mencermati dan memahami secara saksama bagaiman pemelihan umum di indonesia. Pemelihan umum dapat di artikan sebagai ajang dekomrasi, seluruh warga masyarkat dapat menyatakan sikap dan siap untuk memilih kepala daerah yang merupakan pelihan mereka yang harus di berikan dan di tunaikan dengan hati niraninya.

Selain itu pula proses pemelihan umum ialah dengan keiikutsertaan warga masyarkat memberikan dukungan penuh kepada siapa calon kepala daerah sebagai wujud dalam melaksanakan demokrasi yang sehat, baik, jujur, serta dapat mendukung kerja – kerja calon pelihan kepala daerahnya merasa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang di berikan kepadanya.

Didalam ilmu politik, sering kita temui istilah mencapainya sebuah demokrasi adalah dengan besatunya partai politik. Partai politik disebut sebagai agen demokratisasi dalam sebuah sistem politik yang demokratis dimana terdapatnya partai pengusung dan partai pendukung.

Memahami Partai Politik

Partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota – anggotanya mempunyai orientasi, memiliki nilai – nilai, dan cita – cita yang sama. Artinya bahwa, seseorang yang bergabung pada partai pelihannya, tentu memiliki keseiapan diri dan mempunyai tujuan yang sama dengan anggota -anggota partainya.

Menurut UU Nomor 2 tahun 2008, partai politik di artikan sebagai organisasi yang bersifat nasional dan di bentuk oleh sekelompok warga negara indonesia (WNI) secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita – cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarak, bangsa, dan negara serta memilihara keutuhan negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Harus di pahami bahwa, idealnya, kehadiran partai politik di bangsa ini adalah untuk memperjuangkan kepentingan bersama, dapat berkompromi dengan warga masyarakat, dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

Progres Kemajuan Partai

Akhir – akhir ini banyak sekali kita melihat warga masyarakat yang secara sadar menganggap progres memang penting dan sangat berpengaruh pada tindakan – tindakan, dan komitmen bersama dalam mengejar ketertinggalan dari progres – progres yang telah kita lewati.

Demikian pula, pandangan generasi muda di erah ini menggap bahwa kepala daerah maupun partai politik sama – sama membentuk suatu progres untuk mencapai tujuan bersama. Yang di harapkan mampu membiasakan diri pada kondisi lingkungan fisik, harus tangguh dan siap menerima keritik dari pihak manapun bila hal itu mendukung perbaikan kerja partai dan kepala daerah, dapat bersinergis dengan masyarakat, menciptakan ide – ide baru baik secara internal dan eksternal.

Sejauh ini, yang kita lihat di media sosial, dan kerja lapangan. Partai – partai politik telah melakukan konsolidasi, berkompromi dengan partai – partai lainnya, warga masyarakat yang anggap dapat bersatu untuk mengusung figur – figur pilihan partai, sebut saja P-DIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PAN, PPP, PKB serta partai – partai lainnya yang sementara muncul di tengah semangat rakyat indonesia dalam mengawal kerja – kerja bersama untuk Indonesia maju.

Beberap partai politik di sebutkan di atas memang memiliki integritas loby yang berbada – beda, tak hanya itu. Lantas bagaimana sikap P-DIP juga Golkar dalam menyusung pelihan kepala daerah dari partai yang berlambang pohon beringin itu sehingga dapat mengembalikan kejayaan kerjanya pada 2024 nantinya? Tak hanya Golkar, bagaimana sikap partai lainnya dalam merebut kemenangan kepala daerah pada masa mendatang.

Hal ini tentu menjadi tanggung jawab dari masing – masing internal partai politik bekerja secara leluasa, mampu membuka diri di lingkungan sosial.

Banyak sekali indikator – indikator kerja partai politik dalam memenangkan sebuah pemilu.

Misalnya, calon kepala daerah harus dekat dengan Gubernur, mempunya relasi yang kuat dengan mendagri, salah satu menteri harus berasal dari partai politik.(**)

Berita Terkait

KUNJUNGI DIT SAMAPTA, KAPOLDA MALUKU TEKANKAN PROFESIONALISME, PENDEKATAN HUMANIS, DAN SOLIDITAS PERSONEL
MPD Pemuda ICMI Kota Tual Bersilaturahmi dengan Dandim 1503/Tual
Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 16:38 WIT

KUNJUNGI DIT SAMAPTA, KAPOLDA MALUKU TEKANKAN PROFESIONALISME, PENDEKATAN HUMANIS, DAN SOLIDITAS PERSONEL

Tuesday, 20 October 2026 - 06:40 WIT

MPD Pemuda ICMI Kota Tual Bersilaturahmi dengan Dandim 1503/Tual

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Berita Terbaru