IM -Manipa’ — Masyarakat Negeri Kelang Asaude Kecamatan Kepulauan Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku.
Mengadakan pertemuan para orang tua murid bersama Komite, dan Dewan Guru SD Inpres Kelang Asaude untuk menolak kehadiran Abdula Wael sebagai kepala sekolah pada SD Inpres untuk yang kedua kalinya, karena suda gagal dalam memajukan pendidikan di tengah -tengah masyarakat Manipa, lebih khususnya masyarakat Negeri Kelang Asaude, Sabtu(12/2).
Abdula Wael yang sebelumnya bertugas di SD Negeri Tonu Jaya dan di berikan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SD Inpres Kelang Asaude oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat Johan Tahiya atas usulan dari Anggota DPRD SBB yang berinisial AS.
Masyarakat mentah -mentah menolak kehadiran Abdula Wael, karena Suda cacat kedua kalinya dalam memajukan pendidikan di Negeri Kami.
Kami masyarakat menilai AS terlalu melebih intervensi dengan persoalan jabatan – jabatan kepala sekolah untuk kepentingan sahwat politik 2024 . Ada juga beberapa sekolah di Kecamatan Kepulauan Manipa itu atas usulan AS, Kesalnya Masyarakat.
“Seharusnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB tidak usa mengikuti perintah AS karena itu suda melanggaran aturan, kalau Kadis pendidikan mengekuti AS, maka kami bisa katakan ini bagian dalam jual beli jabatan.
Kami masyarakat tetap akan menolak keras atas kehadiran Abdula Wael di Negeri Kelang Asaude, dan tetap akan mempertahankan Ibrahim Tarmon untuk menjadi Kepsek, karena di nilai sangat gigih dalam memajukan anak -anak kami.
Kami minta kepada Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina untuk segerah memanggil Kepala Dinas Pendidikan agar mempertanggung jawabkan keluarnya Surat Perintah Tugas kepada Abdula Wael atas perintah AS.
Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina yang di konfirmasi Media Infomaluku.com, menyampaikan bahwa pergatian kepsek SD Inpres Kelang Asaude saya tidak tau, dan nantinya di evaluasi (red)





