IM, Ambon – Program memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Maluku terus di lakukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail.
Semenjak dilantik sebagai Ketua Dekranasda, isteri Gubernur Maluku sering mengunjungi setiap kabupaten/kota, dengan tujuan melihat langsung upaya masyarakat membangun taraf hidupnya.
Dalam kunjungannya tersebut, Wdiya didampingi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Maluku Danny Indey dan Kadis Perindag Elvis Pattiselano. Turut hadir Sekretaris Negeri Sepa Abdullah Sopalatu dan Kepala Adat/Marga,Tuisa Matoke.
Hal ini di lihat ketika Bunda Widya kembali sambangi Kelompok Usaha Kerajinan Tangan masyarakat Desa Naulu di Dusun Rohua, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/09).
Menuju ke dusun Rohua rombongan terlebih dahulu harus menyeberangi sungai Noa, Sungai yang memiliki luas kurang lebih 50 meter sehingga rombongan terpaksa turun dari mobil untuk berjalan kaki.
Setelah sampai, Widya disuguhkan dengan kepiawaian salah satu pengrajin di Rumah Adat Marga Matoke, yang memperlihatkan cara merajut anyaman bambu yang diolah menjadi Takanasi atau Keranjang serta kerajinan lainnya
Untuk melakukan kerajina tersebut hanya membutuhkan seminggu untuk membuat satu keranjang. Kegiatan rajut ini biasanya baru akan dilakukan saat prosesi adat.
Selain itu, Bunda Literasi juga menyempatkan diri mengunjungi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agape yang ada di dusun setèmpat.
Bunda Widya mengatakan apa bilah Kelompok Usaha Kerajinan Tangan Dusun Rohua memiliki kepandaian merajut bambu menjadi keranjang, lembaga PKBM Agape yang terbentuk tahun 2006 ini, justru identik dengan pembuatan Sandal Hotel/Rumahan.
Yang Bahan dasar dari Sandal Hotel/Rumahan adalah terdiri dari
Spon, Kain Cele, Lem Fox Nomor 186, Gunting, Pisau, Kater dan alat penjepit.
“Dengan kunjungan yang saya lakukan ini, selain kita bisa mempromosikan hasil kerajinan masyarakat, kita juga bisa mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi para pengrajin ini,” ungkap Widya.
Widya juga berharap, para pengrajin ini bisa membagikan ilmunya kepada masyarakat lainnya, agar kreatifitas ini bisa berkembang.
“Kita sudah lihat sendiri kan, bila pengrajin ini memiliki bakat luar biasa dalam bidang industri rumahan dan kerajinan. Hasil yang diproduksi pun memiliki kualitas yang baik dan menarik,” terangnya.
Oleh karena itu menurutnya Dekranasda selaku mitra pemerintah harus membantu pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja dengan melatih skill masyarakat untuk kesejahteraan mereka.
Berkaitan dengan hasil produksi yang dihasilkan pengrajin di Dusun Rohua, Ketua TP PKK ini menyarankan adanya kolaborasi antara hasil produksi satu pengrajin dengan pengrajin lainnya guna memaksimalkan produksi kerajinan tangan yang diciptakan.
“Harapannya juga tentunya masyarakat lainnya tergerak hatinya untuk belajar dalam hal kerajinan tangan untuk membentuk SDM disini,” ujarnya.
(Biro Adpim Setda Maluku/IM01).






