InfomalukuNews.com,Dobo — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Pengembangan Kompetensi dan Mutu Guru dengan tema “Pengembangan Kompetensi dan Mutu Guru” dan subtema “Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran”, yang berlangsung di Dobo, Senin (31/8/2026).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru menyampaikan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Menurutnya, kurikulum yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, serta berbagai program pendidikan tidak akan memberikan hasil optimal tanpa didukung tenaga pendidik yang kompeten, profesional, adaptif, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan peserta didik.
“Pengembangan kompetensi guru bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Kabupaten Kepulauan Aru,” tegasnya.
Ia mengatakan, guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi, kebutuhan peserta didik, serta berbagai pendekatan pembelajaran yang semakin beragam.
Karena itu, melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan hasil pelatihan secara nyata dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Pembelajaran yang kita bangun harus semakin berpusat pada peserta didik, mendorong mereka untuk berpikir kritis, kreatif, mampu bekerja sama, berkomunikasi, memiliki karakter yang baik, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.
Tantangan Pendidikan di Daerah Kepulauan
Kepala Dinas juga mengakui bahwa Kabupaten Kepulauan Aru memiliki tantangan tersendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karakteristik geografis sebagai daerah kepulauan, jarak antarpulau, keterbatasan akses, kondisi sarana dan prasarana, serta keberagaman karakteristik peserta didik menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Namun, kondisi geografis tersebut, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi semangat dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak Aru.
“Justru dalam kondisi seperti inilah kreativitas, inovasi, dan dedikasi guru sangat dibutuhkan,” katanya.
Ia mengajak seluruh guru menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya harapan bagi setiap anak. Ruang kelas, menurutnya, harus menjadi tempat di mana setiap peserta didik merasa dihargai, didengar, dibimbing, serta diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Hasil Pelatihan Harus Diterapkan
Lebih lanjut, Kepala Dinas berharap hasil kegiatan pengembangan kompetensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui berbagai wadah pengembangan profesional guru, seperti komunitas belajar, Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), supervisi akademik, hingga kegiatan berbagi praktik baik antarguru.
Ia menekankan agar kegiatan peningkatan kompetensi tidak berhenti sebatas sertifikat dan dokumentasi.
“Ukuran keberhasilannya adalah terjadinya perubahan praktik pembelajaran dan meningkatnya hasil belajar peserta didik,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengajak para guru membangun budaya “Guru belajar, guru berbagi, guru berinovasi, dan guru menginspirasi.”
Menurutnya, peningkatan kualitas guru harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Apresiasi kepada Narasumber dan Peserta
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.
Kepada para narasumber dan fasilitator, ia berharap materi yang diberikan dapat bersifat praktis dan dapat langsung diterapkan oleh para guru dalam proses pembelajaran.
Sementara kepada seluruh peserta, ia meminta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru secara resmi membuka kegiatan Pengembangan Kompetensi dan Mutu Guru dengan subtema “Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran.”
“Guru berkualitas, pembelajaran bermutu, anak-anak Aru hebat dan berkarakter, Aru maju, pendidikan semakin bermutu,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pantun:
Burung camar terbang melayang,
Hinggap sebentar di pohon jati.
Guru bermutu menjadi harapan,
Membangun generasi sepenuh hati. (IM-DW)







