Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat, 24 Januari 2026 – Konferensi Daerah (Konferda) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Seram Bagian Barat (SBB) yang digelar pada Sabtu, 26 Januari 2026, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi arah gerakan dan peran strategis organisasi di tengah umat dan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Marsel Maspaitella, yang mengingatkan agar GAMKI SBB tidak kehilangan daya juang, keberpihakan, dan keberanian bersuara.
Menurut Maspaitella, Konferda GAMKI SBB tidak boleh dimaknai sebatas agenda rutin organisasi atau seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan harus menjadi ruang refleksi ideologis yang jujur dan kritis terhadap arah perjuangan GAMKI di Seram Bagian Barat, khususnya dalam membela kepentingan umat Kristen.
“Yesus Kristus mengajarkan filosofi iman yang sangat kuat, Akulah Garam dan Terang Dunia. Ini adalah panggilan perjuangan umat Kristen untuk memberi rasa, mencegah pembusukan moral, dan menerangi ketidakadilan sosial,” ujar Marsel Maspaitella kepada Media Sabtu (26/1/2026).
Ia menjelaskan, garam melambangkan keberanian moral dan daya pengaruh, sedangkan terang mencerminkan keberpihakan pada kebenaran. Karena itu, GAMKI SBB dituntut untuk berani bersuara ketika umat mengalami ketidakadilan, diskriminasi, atau persoalan sosial yang mengancam martabat dan hak-hak dasar masyarakat.
“GAMKI SBB harus berani bersuara untuk umat. Diam di tengah ketidakadilan adalah bentuk pembiaran. Jika GAMKI memilih aman dan bungkam, maka organisasi ini telah kehilangan roh perjuangannya,” tegas Maspaitella.
Ia mengingatkan agar GAMKI SBB tidak berubah menjadi organisasi macan ompong—keras dalam slogan dan simbol, tetapi tumpul dalam keberanian membela umat dan menyuarakan kebenaran di ruang publik.
Maspaitella juga menyoroti kecenderungan GAMKI SBB yang dinilai lebih sibuk dalam pusaran kepentingan politik praktis, sementara berbagai persoalan umat Kristen dan masyarakat kecil di Seram Bagian Barat belum diperjuangkan secara konsisten dan terbuka.
“GAMKI bukan organisasi life service kepentingan partai politik. GAMKI harus berdiri independen, kritis, dan profetik. Garam tidak boleh tunduk pada kekuasaan, dan terang tidak boleh diredupkan oleh kepentingan apa pun,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Konferda GAMKI SBB yang berlangsung pada 26 Januari 2026 harus melahirkan kepemimpinan yang berani, vokal, dan memiliki keberpihakan jelas kepada umat, tanpa rasa takut terhadap tekanan kekuasaan atau kepentingan tertentu.
“Menjadi garam dan terang berarti siap tidak populer, siap dikritik, dan siap berdiri di pihak yang benar meskipun berisiko,” tambah Maspaitella.
Di akhir pernyataannya, Maspaitella berharap GAMKI SBB kembali menjadi kekuatan moral dan intelektual yang benar-benar hadir, bersuara, dan berjuang bersama umat di Seram Bagian Barat.
“GAMKI harus kembali bertaring—bukan untuk menyerang, tetapi untuk menjaga kebenaran, keadilan, dan martabat umat,” pungkasnya.(IM-03)






