INFOMALUKUNEWS.COM; AMBON,– Kepala Sekolah Menengah Umum (Kepsek) diduga melakukan tindakan asusila atau perselingkuhan terhadap wanita idaman atau wanita gelapnya dan viral di medsos, sehingga mendapat sorotan dari netizen Maluku.
Hal ini mendapatkan tanggapan dan klarifikasi dari Abdul Rachim Wadjo aktivis peduli pendidikan Maluku. “Ungkapnya pada wartawan di Ambon. Selasa, 21/1/25
Ia pun mengatakan Kepsek SMUN 9 itu tidak pernah melakukan tindakan perselingkuhan yang di alamatkan pada Kepsek tersebut. “Ujarnya pada wartawan media ini di Ambon. Selasa, 21/1/25
Rachim menanggapi, pemberitaan oleh salah satu aktivis peduli pendidikan Maluku, yakni saudara Virman Akbar pada Media Info Maluku pada 18/1/25 lalu. Yang judul beritanya “Diduga Aksi Perselingkuhan Kepsek SMUN 9 SBT Dikamar Kos, Digrebek Oleh Istrinya”
Abdul Rachim Wadjo tokoh muda dari Kecamatan Kian Darat, Kab SBT, menyatakan pemberitaan yang disampaikan oleh Virman Akbar itu adalah hoax. “Kata Wadjo.
Selanjutnya, kata Rachim, sesungguhnya Virman Akbar Tidak tuntas dalam konstruksi sapaan aktivis, terlalu dangkal dalam menyikapi suatu informasi tanpa mengedepankan kajian masalah dan mengejar informan yang belum mengetahui pasti atas suatu masalah.
Lanjut dia, sebagai aktivis tidak bisa menggunakan media informasi atau media sosial (Medsos) sebagai Satu-satunya media pemberi informasi yang bersifat akurat, tajam dan terpercaya.
Sebagaimana tanggapan Virman Akbar terhadap postingan netizen pada acount Facebook yang bernama Chatle Putra pada 5 November 2024 lalu. Dengan Status (Menyala Abangku katanya fitnah) disertai lampiran video yang di alamat kepada Kepala sekolah SMUN 9 Kecamatan Kian Darat, Kab SBT.
“Jika kita cermati video tersebut dengan jelas. Maka video dengan durasi waktu 28 detik itu adalah berisi tentang kesalaha pahaman antara Suami-Istri (Kepsek dan Istrinya), Ini persoalan privasi RT, jangan seakan-akan ada suatu peristiwa amoral yang dilakukan oleh Kepsek,”
Dia pun pertegas, mengaku sebagai aktivis semestinya mengerti dan paham akar masalahnya. “Terang Wadjo.
Pemberitaan pada media info Maluku tertanggal 18 Januari 2025 oleh Virman Akbar aktivis peduli pendidikan, terkait dugaan perselingkuhan Kepsek dan menurut Virman sesuai sumber masyarakat setempat bahwa setiap tahun ada siswi mengalami kecelakaan biologis (Hamil) tidak benar dan itu hoax.
Jika fakta bahwa ada siswi yang mengalami musibah Biologis, yaa ini soal pengawasan, waktu siswa-siswi dengan guru hanya 8 Jam (waktu belajar nasional, karena itu sesuai ketentuan proses belajar mengajar.
Sedangkan 16 Jam anak-anak itu dalam bimbingan dan pengawasan Orang Tua Wali. “Kata Rachim.
“Untuk itu, peran orang tua itu yang utama karena memiliki waktu yang panjang bersama anak, Guru hanya memberikan Pendidikan Formal dan tentu ada bimbingan-bimbingan Edukasi yang bersifat emosional,”
Pada media ini beta perjelaskan bahwa, Sekolah SMU Negeri 9 berlokasi di beta pung kampung, Negeri Administratif Watubau Kecamatan Kian Darat, Kab SBT
“Beta tahu persis pribadi keluarga besar Kepala Sekolah SMUN 9 SBT itu,”
Lebih lanjut, kata dia, mendengar informasi maupun membaca berita terkait dugaan perselingkuhan salah seorang Kepsek SMUN 9 itu adalah masalah RT, hanya ini ada yang sengaja menghakimi Kepsek tersebut.
“Pemilik account FB Charles Putra memposting vidio itu pasti punya kepentingan jabatan atau pun soal kesenjangan,”
Tokoh pemuda, yang juga anggota DPP Komando HAM (Hidupkan Aspirasi Masyarakat) Abdul Rachim Wadjo, mengingatkan untuk para pengguna medsos (nitizen) di Kab SBT, gunakan medsos harus sesuai kebutuhan. Jangan berlebihan mengekspos privasi orang sebagai konten untuk meraih flower Facebook pro. “Imbuhnya.
Ia pun menambahkan, capaian-capaian Abdul Wahid Rumbow Kepsek SMUN 9 SBT semenjak TMT jabatan Kepsek sampai dengan awal 2025, ini cukup luar biasa, baik dalam peningkatan sarana prasarana maupun SDM di daerah itu.
“Tiap tahun kelulusan ada siswa-siswi yang lulus dengan predikat baik hingga raih UMPTN pada Universitas Pattimura, Universitas Muhamadiyah Sorong dan lain-lain,”
Alhamdulillah, kami warga masyarakat Kecamatan Kian Darat, sangat senang dan merasa bangga kepada Kepsek SMUN 9 serta merasa bangga terhadap putra-putri di daerah sendiri yang menjadi tenaga pengajar pada Sekolah yang kami mengabdi. “Tuturnya. (IM-03)







