INFOMALUKUNEWS.COM,– AMBON,- Fakta KMP Bahtera Nusantara’02 Kapal penyeberangan jenis roro ini dibangun dengan dana APBN T.A 2018-2019 senilai Rp90 miliar. Tapi kapal baru dioperasikan 2 tahun, sejak 2020 lalu, sebelum mangkrak di teluk Ambon bagian dalam.
Terkait hal itu Rimbo Bugis akan mengarahkan Pergerakan Pelajar Maluku (PPM) akan melakukan aksi Demonstrasi di KPK RI, karena menduga ada kejanggalan terjadi, pada kapal itu. Kalau bukan unsur dugaan korupsi, kemungkinan ada BBM di kapal dijual ke pihak lain.
“Ini baru sebatas dugaan ya, kita butuh penyelidikan dan penyidikan dari kejaksaaan. Agar terungkap sampai dimana kebenarannya, karna saya di ambon dan saya suda mendapatkan banyak informasi,” ujar Rimbo Bugis kepada Media infomalukunews.com (11/9/2024).
Faktanya kapal hingga hari ini tidak beroperasi. “Ini khan namanya janji tinggal janji. Padahal masyarakat mulai dari Bursel, Buru, Seram, Banda, bahkan Tual jauh-jauh sana butuh kapal ini,” ujar Rimbo
Tapi PD Panca Karya mengaku siap mengoperasikan kembali KMP Bahtera Nusantara 02. Tapi faktanya perusahaan yang mengoperasikan beberapa fery yang didanai pemerintah pusat itu ternyata tak beroperasi.
Ujung-ujungnya koar-koar Dirut PT Panca Karya Itu tak terbukti, dia hanya omong kosong. Sementara masyarakat sangat membutuhkan transportasi laut.
“Ini khan namanya mulu parlente. Katanya setelah selesai perbaikan mesin di Dok Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, fery siap beroperasi, kalau koar-koar saja katong jua bisa bos,” ujar Rimbo kesal.
Sebelumnya Dirut PD Panca Karya, Rusdy Ambon dalam pertemuan di ruang rapat staf PD Panca karya, bersama pimpinan media Infomalukunews.com dan pimpred.
Pertemuan dilakukan pada Senin (3/4/2023). Ketika itu Rusdi menjelaskan, KM Bahtera Nusantara 02 selama beberapa bulan terakhir memang mengalami perbaikan mesin.
“Tepatnya tanggal 11 Maret 2023 KM Bahtera Nusantara naik Dok,” ungkap Rusdy Ambon.
Dia juga menjelaskan, kalau suku cadang atau spare part mesin harus didatangkan dari Singapura berikut teknisinya. “Disebabkan suku cadang mesin merek Yanmar di Indonesia tidak ada, makanya katong harus datangkan dari Singapura sana,” akui Rusdi seolah merasa tak berdosa ke masyarakat.
Di lain pihak, sesuai penjelasan resminya, Corlenes Pattinama selaku Kepala Unit Usaha Pelayaran, KMP Bahtera Nusantara 02 menurutnya sudah beroperasi sekitar 5.000 jam. Sehingga otomatis spare part atau suku cadang mesin sudah boleh diganti.
“Makanya manajemen PD Panca Karya sementara lagi memesan sparepart dari Singapura, yang merupakan agen resmi Yanmar,” terang Corneles.
Sementara itu dewan Pengawas Arief Hentihu berharap dalam waktu dekat KM Bahtera Nusantara 02 segera beroperasi kembali untuk melayani jalur pelayaran Ambon, Banda Tual Pulang Pergi.
Sementara masyarakat sangat membutuhkan KMP Bahtera Nusantara 02 untuk melayani masyarakat di Kecamatan Banda dan Kota Tual. “Apalagi di waktu menjelang mudik lebaran dan Natal sudah pasti masyarakat butuh,” ujarnya (IM-03)






