Khotbah Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong Sangat Berpotensi Merusak Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia

- Publisher

Friday, 10 May 2024 - 23:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

INFOMALUKUNEWS.COM,JAKARTA,-– Kebodohan Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong yang mengolok-olok Agama Islam tidak cuma akan merugikan dirinya sendiri sebagai pendeta yang tidak berkualitas, tetapi juga bisa membuat umat Kristen yang diasuhnya menjadi tidak percaya untuk ajaran dan bimbingan yang dilakukannya.

Kemarahan umat Islam sendiri mungkin saja bisa dikendalikan dengan pemberian maaf seperti yang sudah dilakukan oleh Yusuf Kalla bahkan pihak Majlis Ulama Indonesia yang telah disambanginya untuk mengakui sikap kebodohannya itu sekaligus memohon maaf. Namun bisa saja umat Islam yang lain tidak menerima permaafaannya yang telah melecehkan dan olokan ajaran dan tuntunan ibadah umat Islam yang sungguh sangat terkesan melecehkan, bahkan merendahkan.

Pernyataan yang tidak simpatik itu, juga sangat bertentangan dengan upaya yang telah dibangun oleh Forum Lintas Agama untuk menjalin kerukunan antar umat beragama, seperti yang telah dilakukan GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) dengan mengadakan dialog antar umat seperti yang dilakukan di Masjid Istiqlal Jakarta, pada 11 Maret 2023, lalu acara Dialog Ramadhan yang diselenggarakan di Katedral Jakarta, pada 14 April 2024

Kualitas pengetahuan Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong yang tidak bijak itu — tampak sengaja mengolok-olok serta membandingkan dengan pengetahuan dirinya yang sangat terbatas tentang Islam, karena jelas sikap pongahnya itu hanya sekedar untuk meraup popularitas belaka dihadapan umatnya yang pasti tidak sedikit diantara umatnya itu memiliki kecerdasan dan sikap yang lebih bijak untuk mencerna maksud dari ungkapannya itu yang membandingkan besaran persentase zakat serta prosesi ibadah, berwudhu dan cara umat Islam melakukan sholat yang dia anggap sulit dan memberatkan.

Sebagai seorang pendeta yang sepatutnya harus bersikap bijak, tidak sepantasnya Gilbert Emanuel Lumoindong melakukan olok-olok seperti itu, termasuk dihadapan jemaahnya sendiri. Namun toh, ungkapan konyol itu terlanjur beredar juga secara meluas lewat media sosial dan mendapat kecaman dan hujatan dari berbagai pihak, justru setelah Gilbert Emanuel Lumoindong meminta permohonan maaf lewat Yusuf Kalla, baik dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Majid Indonesia maupun tokoh umat Islam dan memohon maaf pula kepada Majlis Ulama Indonesia, itu bukan lantas berarti soal olok-oloknya itu dapat dianggap selesai begitu saja oleh Umat Islam, baik yang ada di Indonesia maupun di tempat lain. Sebab olok-olok seperti itu bisa berarti suatu penghinaan serta penistaan dari seorang pendeta terhadap umat Islam ini sungguh sangat sulit untuk dimaafkan. Karena dalam olokan yang sangat tidak bermutu, tidak mendidik, dan bukan saja tidak menguatkan jalinan persaudaraan, tetapi semakin melemahkan kerukunan ikatan dan persaudaraan antar umat beragama justru harus dan patut dijaga secara bersama oleh seluruh umat dari agama-agama yang ada, agar suasana tetap guyub dan rukun di Indonesia.

Resikonya memang, akibat dari sikap yang tidak bijak dan tidak cerdas itu wajar mendapat hujatan dari berbagai pihak, bukan hanya dari kalangan umat Islam semata, tapi juga dari umat agama non Islam. Setidaknya memang khotbah konyol Gilbert Lumoindong itu dapat meruntuhkan simpati maupun penghormatan dari umat binaannya sendiri juga. Sungguh tragis (TIM-IM.Jacob Ereste )

Sumur Batu, 17 April 2024

Berita Terkait

Satgas Operasi Pekat Salawaku Amankan Pasangan Non-Suami Istri dan Judi di Hotel
Ferly Tahapary Dan A. Manan Latuconsina, Deklarasi Maju Sebagai Pasangan Bakal Calon walikota dan Wakilkota Ambon
Ketua Permahi Tual-Malra Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas
Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali ‘Kecipratan’ Dampak Positifnya
Long Weekend Saat WWF Berlangsung, Polda Jatim Tambah Personel di Pelabuhan Ketapang
Plh Sekda Maluku Syuryadi Sabirin, Pimpin Upacara Harkitnas Ke-116 Tahun.
SEKDA Menyerahkan Atribut Kepada 92 Calon Jamaah Haji Kota Tual 
Dugaan Korupsi, Mufty Tiakoly Desak Penegak Hukum Periksa YT Soal Dana MTQ 2023.
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 21 May 2024 - 12:15 WIT

Satgas Operasi Pekat Salawaku Amankan Pasangan Non-Suami Istri dan Judi di Hotel

Tuesday, 21 May 2024 - 09:51 WIT

Ferly Tahapary Dan A. Manan Latuconsina, Deklarasi Maju Sebagai Pasangan Bakal Calon walikota dan Wakilkota Ambon

Tuesday, 21 May 2024 - 00:32 WIT

Ketua Permahi Tual-Malra Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas

Tuesday, 21 May 2024 - 00:29 WIT

Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali ‘Kecipratan’ Dampak Positifnya

Tuesday, 21 May 2024 - 00:23 WIT

Long Weekend Saat WWF Berlangsung, Polda Jatim Tambah Personel di Pelabuhan Ketapang

Monday, 20 May 2024 - 19:24 WIT

SEKDA Menyerahkan Atribut Kepada 92 Calon Jamaah Haji Kota Tual 

Monday, 20 May 2024 - 17:51 WIT

Dugaan Korupsi, Mufty Tiakoly Desak Penegak Hukum Periksa YT Soal Dana MTQ 2023.

Monday, 20 May 2024 - 17:46 WIT

Jelang HUT ke-67, Kodam Pattimura Berbagi Berkah Kepada Anak Panti Asuhan dan Anak Pesantren 

Berita Terbaru

Headline

Ketua Permahi Tual-Malra Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas

Tuesday, 21 May 2024 - 00:32 WIT