IM — PIRU.’ — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat, Samwul Nurlette menyampaikan bahwa, terkait dengan pemberitaan di beberapa media lokal di Kota Ambon pada tanggal (13/9) kemarin, menuding Penjabat Bupati Andi Chandra As’aduddin Cederai toleransi umat beragama, jangan di besar – besarkan, dan masalah ini sudah selesai, karena ini hanya mis komunikasi saja.
Dengan adanya pemberitaan tersebut, saya lansung temui Uskup Diosis Amboina Mgr Seno Ngutra, saya sampaikan kepada biliau bahwa ” Pak tolong berita ini diberikan klarifikasi karena ini menyangkut seluruh umat di Maluku, ucap Samwul Nurlette kepada Infomaluku.news melalui telepon selulernya, Rabu (14/9/2022).
Jadi dengan menjaga toleransi umat beragama ini jangan lagi kita mengulangi hal seperti ini. Mari katong menjaga persatuan dan kesatauan umat ini, ujar Nurlette.
“Saya akui memang betul informasi persoalan penarikan kendaraan mobil dinas dari saya, saya lebih komunikasi duluan di media untuk mencurhat kepada publik tapi apa yang saya alami dan lakukan itu hanya mis komunikasi sehingga saya sudah klarifikasi dan meminta maaf kepada publik”
“Karena masalah ini sudah selesai, saya berharap jangan lagi masalah ini dibesar – besarkan. Oleh karena itu, mari kita sama – sama menjaga Kerukunan antar umat beragama, saling bergandeng tangan terutama bagi kita masyarakat SBB ini sehingga masyarakat selalu aman, damai, dan sejahtera”, ujarnya.
“Mari katong sama – sama bergandeng tangan membangun Seram Bagian Barat ini lebih baik kedepan. Dengan moto “Kase Bae SBB”, pungksnya.
Sementara itu, Sekretaris MUI SBB, Eddy Pattiiha, menyampaikan bahwa, masalah ini sudah di klarifikasi itu berarti masalah sudah selesai, jangan ada lagi dibesar – besarkan karena masalah ini hanya mis komunikasi. Oleh karena itu, kami berharap kepada masyarakat agar mari katong sama – sama menjaga Kerukunan antar umat beragama di Kabupaten yang kita cintai ini, imbuhnya.
Mari Katong bergandeng tangan magurebe kase bae SBB. Sehingga SBB bisa bersaing dengan daerah lain di luar Maluku, tutupnya.







