(Catatan Sepekan MEDIA INFO MALUKU)
Infomalukunews.com,Dobo– Pasar merupakan salah satu kegiatan ekonomi informal yang paling populer di wilayah perkotaan. dan di dalam pasar ada Perdagangan kaki lima yang menjadi sebuah alternatif pekerjaan yang cukup mudah untuk digeluti, terutama pada kalangan masyarakat.
Hal ini terkait dengan cirinya yang fleksibel (mudah keluar masuk), modal yang dibutuhkan relatif kecil, dan tidak memerlukan prosedur yang berbelit-belit. Lokasi sepanjang koridor jalan utama adalah lokasi potensial yang rentan dijadikan sebagai lokasi pedagang, hal ini karena lokasi sepanjang koridor jalan utama merupakan lokasi strategis yang mudah dicapai oleh masyarakat.
Di Kota Dobo, keberadaan PKL ataupun penjual sayur dan ikan bisa dengan mudah ditemukan di jalan-jalan utama, dan ruang-ruang publik lainnya, terutama dapat ditemukan di Kelurahan Siwalima dan Kelurahan Galaydubu yang menempati jantung kota, yaitu Keberadaan pedagang kaki lima pada lokasi-lokasi tersebut umumnya tidak teratur dengan baik.
Bahkan bentuk wadah fisik yang beragam berupa kios-kios kecil yang dibentuk seadanya, berjualan di Trotoar sehingga merusak wajah fisik lingkungan kota Dobo dan juga menjadi tidak teratur dan kumuh sehingga menurunkan estetika kota.
Berkembangnya kegiatan pedagang atau pedagang kaki lima yang tidak tertata pada jaman Pemerintahan Johan Gonga menyebabkan terganggunya sendi-sendi kegiatan kota, seperti PKL yang menempati ruang publik mengakibatkan pengurangan ruang terbuka hijau, pemanfaatan trotoar yang mengganggu sirkulasi pejalan kaki, pemanfaatan badan jalan yang menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Dengan kondisi seperti ini langkah-langkah pengendalian PKL dan penataan pasar sebagai bahan pengambilan kebijakan oleh Bupati Timotis Kaidel sudah sangat tepat, baik dari sisi memberikan pemahaman kepada pedagang sendiri maupun intervensi pemerintah dalam penataan Pedagang di Kota Dobo. PKL tidak akan dihilangkan dari lingkungan kota ataupun tidak akan mempengaruhi pendapatan mereka, akan tetapi dengan potensi yang dimiliki dapat diberdayakan sebagai suatu elemen pendukung aktivitas perekonomian kota.
Salah satu yang menjadi fokus Bupati Timotius Kaidel – Mohamad Djumpa di awal kepemimpinan pasangan ini adalah penataan dan penertiban pasar tradisional di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
Langkah ini diharapakan dapat menjadi solusi terbaik yang bersifat win-win solution dalam penataan PKL, di satu sisi kota bisa terlihat lebih cantik karena ditata dengan baik, dan sisi lain Pedagang secara umum bisa mendapat untung.
Bukan sampai di situ saja, penataan pedagang atau mereka yang berjualan badan jalan adalah upaya terbaik Pemerintah Daerah untuk menata kota agar terlihat baik dan tidak kumuh.
Pantau media ini lokasi pasar Jargaria (wilayah barat) ada begitu banyak tempat berjualan yang masih kosong seperti di bagian arah besi tua, juga bagian pasar ikan masih ada tempat yang belum digunakan oleh pedagang sehingga diharapkan para pedagang untuk dapat menggunakan tempat yang masih kosong untuk berjualan sehingga tidak lagi berjualan ikan di jalan jalan raya, juga pedagang sayur jangan lagi menggunakan trotoar untuk berjualan.
Tetapi alangkah baiknya menggunakan tempat yang masih kosong untuk berjualan yaitu di dalam pasar.
Selain itu, jalan masuk menuju pasar juga yang berjualan pakaian diharapkan jangan lagi menggunakan badan jalan untuk berjualan karena akan di gunakan jalur mobil atau motor untuk masuk kedalam pasar sehingga semua orang dapat berbelanja di dalam pasar bukan di emperan jalan.
Bupati Kaidel pada prinsipnya tidak pernah tebang pilih dalam menata pasar karena pada dasarnya Pemerintah mempunyai niat yang baik dalam menata wajah kota Dobo. Dengan demikian secara perlahan- lahan kota akan terlihan indah dan terhindar dari kota kumuh juga pendapatan para pedagang tidak akan berkurang jika para pedagang bersedia di tata dengan baik.
Prinsipnya Pemerintahan Kaidel – Djumpa ingin masyarakat sejahtera, untuk menuju masyarakat yang sejahtera setiap program kerja yang pro rakyat akan selalu di dukung oleh mayoritas masyarakat Aru.
Semoga para pedagang mendukung penuh program pemerintahan Kaidel – Djumpa dalam penataan kota Dobo.(IM-Dedi Weusa)







