KEBIJAKAN PEMDA DALAM PENATAAN PASAR DI KOTA DOBO SUDAH TEPAT.

- Publisher

Thursday, 13 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

(Catatan Sepekan MEDIA INFO MALUKU)

 

Infomalukunews.com,Dobo– Pasar  merupakan salah satu kegiatan ekonomi informal yang paling populer di wilayah perkotaan. dan di dalam pasar ada Perdagangan kaki lima yang menjadi sebuah alternatif pekerjaan yang cukup mudah untuk digeluti, terutama pada kalangan masyarakat.

Hal ini terkait dengan cirinya yang fleksibel (mudah keluar masuk), modal yang dibutuhkan relatif kecil, dan tidak memerlukan prosedur yang berbelit-belit. Lokasi sepanjang koridor jalan utama adalah lokasi potensial yang rentan dijadikan sebagai lokasi pedagang, hal ini karena lokasi sepanjang koridor jalan utama merupakan lokasi strategis yang mudah dicapai oleh masyarakat.

Di Kota Dobo, keberadaan PKL ataupun penjual sayur dan ikan bisa dengan mudah ditemukan di jalan-jalan utama, dan ruang-ruang publik lainnya, terutama dapat ditemukan di  Kelurahan Siwalima dan Kelurahan Galaydubu  yang menempati jantung kota, yaitu Keberadaan pedagang kaki lima pada lokasi-lokasi tersebut umumnya tidak teratur dengan baik.

Bahkan  bentuk wadah fisik yang beragam berupa kios-kios kecil yang dibentuk seadanya, berjualan di Trotoar sehingga merusak wajah fisik lingkungan kota Dobo dan juga menjadi tidak teratur dan kumuh sehingga menurunkan estetika kota.

Berkembangnya kegiatan pedagang atau pedagang kaki lima yang tidak tertata pada jaman Pemerintahan Johan Gonga menyebabkan terganggunya sendi-sendi kegiatan kota, seperti PKL yang menempati ruang publik mengakibatkan pengurangan ruang terbuka hijau, pemanfaatan trotoar yang mengganggu sirkulasi pejalan kaki, pemanfaatan badan jalan yang menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Dengan kondisi seperti ini  langkah-langkah pengendalian PKL dan penataan pasar sebagai bahan pengambilan kebijakan oleh Bupati Timotis Kaidel sudah sangat tepat, baik dari sisi memberikan pemahaman kepada pedagang  sendiri maupun intervensi pemerintah dalam penataan Pedagang di Kota Dobo. PKL tidak akan dihilangkan dari lingkungan kota ataupun tidak akan mempengaruhi pendapatan mereka, akan tetapi dengan potensi yang dimiliki dapat diberdayakan sebagai suatu elemen pendukung aktivitas perekonomian kota.

Salah satu yang menjadi fokus Bupati Timotius Kaidel – Mohamad Djumpa di awal kepemimpinan pasangan ini adalah penataan dan penertiban pasar tradisional di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

Langkah ini diharapakan dapat menjadi solusi terbaik yang bersifat win-win solution dalam penataan PKL, di satu sisi kota bisa terlihat lebih cantik karena ditata dengan baik, dan sisi lain Pedagang secara umum  bisa mendapat untung.

Bukan sampai di situ saja, penataan pedagang atau mereka yang berjualan badan jalan adalah upaya terbaik Pemerintah Daerah untuk menata kota agar terlihat baik dan tidak kumuh.

Pantau media ini lokasi pasar Jargaria (wilayah barat) ada begitu banyak tempat berjualan yang masih kosong seperti di bagian arah besi tua, juga bagian pasar ikan masih ada tempat yang belum digunakan oleh pedagang sehingga diharapkan para pedagang untuk dapat menggunakan tempat yang masih kosong untuk berjualan sehingga tidak lagi berjualan ikan di jalan jalan raya,  juga pedagang sayur jangan lagi menggunakan trotoar untuk berjualan.

Tetapi alangkah baiknya menggunakan tempat yang masih kosong untuk berjualan yaitu di dalam pasar.

Selain itu, jalan masuk menuju pasar juga yang berjualan  pakaian diharapkan jangan lagi menggunakan badan jalan untuk berjualan karena akan di gunakan jalur mobil atau motor untuk masuk kedalam pasar sehingga semua orang dapat berbelanja di dalam pasar bukan di emperan jalan.

Bupati Kaidel pada prinsipnya tidak pernah tebang pilih dalam menata pasar karena pada dasarnya  Pemerintah  mempunyai niat  yang baik dalam  menata wajah kota Dobo. Dengan demikian secara perlahan- lahan kota akan terlihan indah dan terhindar dari kota kumuh juga pendapatan para pedagang  tidak akan berkurang jika para pedagang bersedia di tata dengan baik.

Prinsipnya Pemerintahan Kaidel – Djumpa ingin masyarakat sejahtera, untuk menuju masyarakat yang sejahtera setiap program kerja yang pro rakyat akan selalu di dukung oleh mayoritas masyarakat  Aru.

Semoga para pedagang mendukung penuh program pemerintahan Kaidel – Djumpa dalam penataan kota Dobo.(IM-Dedi Weusa)

Berita Terkait

Wahab Sangadji Kembali Datangi KPK, Desak Bongkar Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar Perkara DJKA Medan
Amri Kurniawan dan Samy Sapulette Resmi Jabat Koordinator Kejati Maluku
Wali Kota Ambon Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Ecolife di Pattimura Park
7 Jema’ah haji Asal Aru Dilepas Wakil Bupati Djumpa 
Polres Kepulauan Aru Gelar Serah Terima Jabatan Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran
Sinergi Kodaeral IX Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon
Pangdam XV/Pattimura Terjun Langsung Bantu Korban Erupsi Gunung Dukono
Lebih Praktis dan Aman: BRI Ambon Sosialisasikan BRIVA dan Beragam Layanan di GPM Kairatu
Berita ini 221 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 11 May 2026 - 20:09 WIT

Wahab Sangadji Kembali Datangi KPK, Desak Bongkar Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar Perkara DJKA Medan

Monday, 11 May 2026 - 19:13 WIT

Amri Kurniawan dan Samy Sapulette Resmi Jabat Koordinator Kejati Maluku

Monday, 11 May 2026 - 19:09 WIT

Wali Kota Ambon Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Ecolife di Pattimura Park

Monday, 11 May 2026 - 14:23 WIT

7 Jema’ah haji Asal Aru Dilepas Wakil Bupati Djumpa 

Monday, 11 May 2026 - 14:11 WIT

Polres Kepulauan Aru Gelar Serah Terima Jabatan Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran

Berita Terbaru

Daerah

7 Jema’ah haji Asal Aru Dilepas Wakil Bupati Djumpa 

Monday, 11 May 2026 - 14:23 WIT