IM- Ambon, — Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif menegaskan kembali bentrokan antarwarga bertetangga Desa Kariuw dan Desa Ori, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah murni masalah tapal batas dan menjadi atensi pemerintah pusat (Pempus).
Hal ini disampaikan Irjen Lotharia saat menghadiri rapat bersama anggota Komisi I DPRD Maluku, Kamis, (3/2).
Kapolda Irjen Lotharia Latif bilang pasca bentrok pihaknya sudah melaporkan kepada menteri Polhukam Mahfud MD bahwa bentrokan antar dua desa bertetangga itu murni masalah lahan.
Kapolda juga menuturkan bentrokan dua desa tersebut saat ini menjadi atensi Pemerintah Pusat melalui Menteri Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
itu terbukti setelah gelaran rapat dengar pendapat bersama Menkopolhukam dan Mendagri pada beberapa waktu lalu. Rapat tersebut juga dihadiri oleh Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Richard Tampubolon.
Mantan Kapolda NTT ini juga menyebut dalam pertemuan bersama utusan menkopolhukam dan Kemendagri pada Selasa (1/2) lalu. Mereka sempat meninjau tapal batas yang pemicu konflik lokasi yang menjadi sengketa antara kedua desa bertetangga itu.
“Dua hari yang lalu dari staf menkopolhukam, kemendagri datang langsung ke lokasi (Pelauw-Kariuw). Kami sampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak melakukan kegiatan pengukuran atau yang lain, tetapi hanya meninjau lokasi, melihat apa sih yang disengketakan,” kata Kapolda dihadapan para anggota dewan di Gedung DPRD Maluku, puncak karpan, Kamis siang.
Orang nomor satu di Polda Maluku ini mengaku akan sampaikan dalam rapat terbatas (Rapas) di tingkat Menteri. Hasil kunjungan akan menjadi masukan dalam pengambilan berbagai kebijakan nantinya.
“Kemudian akan menjadi masukan Rapas di tingkat menteri untuk diambil kebijakan-kebijakan terkait bagaimana proses rekonstruksi yang akan kita lakukan di sana,” tutur Lotharia.
Sebelumnya, bentrokan antarwarga Desa Kariuw dan Desa Ori, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah pecah pada Sabtu (26/1).
Dalam bentrokan itu menyebabkan sejumlah rumah penduduk Desa Kariuw terbakar dan dua orang warga dilaporkan tewas tertembak. Bentrokan diduga dipicu masalah tapal batas. (**)







