IM-PIRU,-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Johan Tahiya, Marah Ke Seorang Wartawan Terkait Dana Bos.
Aksi Johan Tahiya Seakan-akan Menujukan Bukanlah seorang Kepala Dinas Di Kabupaten SBB, Sifat Arogan yang di hadapan Wartawan Itu sontak Viral Di Perbincangan kan.
Johan tak terima dengan pemberitaan soal adanya dugaan pemotongan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Dana Bos) di seluruh sekolah SD dan SMP Tahap pertama di kabupaten SBB Tahun 2022.
Johan Tahiya, Tidak pantas untuk Menjadi Seorang Kadis pendidikan karna sipatnya seperti premanisme.
Menurut Informasi Johan Tahya Marah karena tak ada konfirmasi sama sekali terkait informasi tersebut, Yang membuatnya tak terima Hal ini.
Ia pun meluapkan kekesalannya saat bertemu wartawan bersangkutan di Kantor Bupati, Selasa (17/5/2022) tadi.
“Beta bilang kasih naik berita baik-baik, karena berita yang dimuat itu salah, karena tidak konfirmasi Ka Beta,”Ujar Tahiya Dalam dialog Ambon.
Diketahui dalam berita yang ditayangkan Senin (16/5/2022) itu, memuat wawancara dengan salah satu kepala sekolah terkait dugaan pemotongan dana BOS sebesar 1 persen setiap dananya dicairkan
Tahiya mengancamnya Fadli Boufakar Dengan Kata “Nanti Ose Liat”.
“Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12:14 WIT, saya berada di Kantor Bupati lantai satu tepatnya di depan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten SBB, tiba-tiba Kadis Pendidikan muncul dari pintu masuk kantor Bupati. Ketika melihat saya dia langsung menyebut kamu Fadli Bufakar, saya pun menjawab iya, Setelah itu dia langsung ngamuk dan mengeluarkan kata-kata ancaman “nanti Ose liat”, serta menyebutkan saya bodok,”saya berharap siapa pun pj bupati sbb nanti johan tahiya harus di copot dari kadis Pendidikan,Ujar Bufakar Wartawan Wartaterkini, News.





